Janethes
Janethes

Sosial Media kami:

Banyak Mitos Seputar Autisme, Cari Tahu Kebenarannya, Yuk!

Istilah autisme saat ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Dengan bantuan teknologi, berbagai informasi seputar autisme kini pun semakin mudah untuk diakses. Dengan memahami tentang autisme, diharapkan masyarakat juga akan lebih peduli terhadap permasalahan individu penyandang autisme atau individu akuistik tersebut.

Namun tidak dapat dipungkiri, hingga saat ini pun masih banyak mitos atau pandangan yang keliru seputar autisme, di antaranya autisme adalah penyakit. Ada mitos yang menyebut itu penyakit keturunan, penyakit menular, tidak bisa disembuhkan, gangguan kejiwaan, bahkan menyebut penyakit yang menimpa anak terkait ritual tertentu yang tidak dilakukan pada saat ibunya hamil.

Tidak sedikit anak penyandang autisme mendapat perundungan (bullying), terpinggirkan, hingga stigma negatif dari masyarakat, termasuk orang-orang di sekitarnya karena anak autis dianggap berperilaku aneh, bermasalah, nakal, pemarah, tidak mau berinteraksi dengan orang lain, bodoh, dan sebagainya.

Dalam tayangan Webinar Cerita Keluarga MPATI (Masyarakat Peduli Autisme) bertema Mitos Seputar Autisme, Psikolog yang juga Pendiri Personal Growth, Ratih Ibrahim, memberikan menjelaskan sejumlah mitos yang salah tentang autisme. Ratih menegaskan, autisme bukanlah penyakit, penyakit menular, maupun penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan.

Autisme atau autism spectrum disorder merupakan kondisi seseorang atau anak dengan gangguan perkembangan yang membuatnya mengalami kesulitan untuk bisa beradaptasi, berinteraksi, berperilaku, atau merespons, seperti halnya anak-anak lain yang berperilaku pada umumnya. Anak dengan autisme ini memiliki karakteristik spesifik.

Masyarakat menyebut anak penyandang autisme dengan istilah anak berkebutuhan khusus (ABK) atau anak istimewa. Meskipun begitu, Ratih mengungkapkan, sebenarnya ada dari mereka yang tidak suka dengan sebutan ABK tersebut. Mereka ingin dianggap sebagai anak normal seperti anak-anak lainnya.

Apakah gangguan yang dialami anak penyandang autisme bisa disembuhkan? Ratih menyatakan, lantaran autisme bukanlah penyakit, maka tidak disembuhkan. Lalu bagaimana dengan penanganan medis yang biasanya diberikan kepada anak penyandang autisme? Ratih menjelaskan tujuan penanganan medis atau pemberian obat kepada anak penyandang autisme bukan untuk menyembuhkan, melainkan membantu mengurangi gejala perilaku yang membuat anak tersebut kesulitan untuk bisa belajar, merespons, atau menghadapi tuntutan-tuntutan lingkungannya.

Lalu bagaimana orangtua yang memiliki anak penyandang autisme harus memperlakukan anaknya? Ratih menyarankan agar orang tua tetap memperlakukan anak yang menyandang autisme ini sebagai anak, seperti memperlakukan anak-anak lainnya, yang juga memiliki kebutuhan nutrisi, kebutuhan untuk dicintai, dididik, dilindungi, dan dijaga, termasuk ketika menghadapi stigma negatif dari orang lain. Anak tersebut juga harus diajari dan dilatih agar bisa berfungsi, setidaknya mendekati kebutuhan dan tuntutan dari lingkungannya.  
Dengan membekali anak autis agar bisa berfungsi, diharapkan mereka kelak dapat lebih mandiri dan tidak harus terus menggantungkan diri kepada orang lain.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!

Artikel Terkait Pendidikan

  • Anak Bau Badan? Coba Tips Ini Yuk!

    Anak Bau Badan? Coba Tips Ini Yuk!

    Senangnya bila melihat si kecil sehat dan aktif. Ia suka sekali bergerak, bermain, berlarian, dan melakukan banyak aktivitas sepanjang hari dengan ceria dan penuh semangat. Tapi ketika segudang aktivi...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 10, 2021
  • Atasi Rambut Rontok Ibu Menyusui dengan Ini

    Atasi Rambut Rontok Ibu Menyusui dengan Ini

    Masalah kerontokan rambut selepas melahirkan atau pada masa-masa menyusui si kecil bisa menjadi kekhawatiran tersendiri bagi ibu. Apalagi jika rambut rontok parah. Hampir setiap kali tubuh bergerak, r...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 10, 2021
  • Anak Tidak Suka Makan Nasi? Makanan Ini Bisa Jadi Gantinya

    Anak Tidak Suka Makan Nasi? Makanan Ini Bisa Jadi Gantinya

    Bagi mayoritas orang Indonesia, nasi biasanya menjadi salah satu menu yang wajib ada untuk dikonsumsi setiap hari. Bahkan ada yang menganggap belum makan jika seharian belum makan nasi.  Tapi bag...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 1, 2021
  • Ide Quality Time Buat Keluarga Muda

    Ide Quality Time Buat Keluarga Muda

    Ayah seharian sibuk bekerja. Ibu mungkin juga harus bekerja, atau jika tidak, biasanya sudah repot dengan urusan pekerjaan rumah. Sementara anak-anak juga asyik dengan kegiatan masing-masing. Satu sam...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 1, 2021
  • Pentingnya Quality Time untuk Perkembangan Mental Anak

    Pentingnya Quality Time untuk Perkembangan Mental Anak

    Ayah-Ibu termasuk orangtua yang super sibuk? Tuntutan pekerjaan, mengikuti berbagai kegiatan organisasi di masyarakat, atau tugas-tugas lain di luar rumah begitu menyita waktu Anda, sehingga waktu yan...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Maret 31, 2021

Artikel Populer