Beberapa Cara Agar Si Kecil Mau Tidur di Kamarnya sendiri

Saat Si Kecil lahir, biasanya ia akan menyita tempat khusus di kamar tidur orangtua, entah dalam satu ranjang, atau ranjang mungil yang terpisah. Namun umumnya, anak akan banyak tidur  dalam satu ranjang dengan orangtua hingga usia bawah tiga tahun atau bahkan Balita. Setelah itu, orangtua perlu mulai melatih anak untuk tidur terpisah dari kamar orangtua.

Mungkin para Ibu akan tidak sampai hati membiarkan Si Kecil tidur sendirian terpisah dari kedua orangtuanya. Namun harus disadari, hal itu untuk kebaikan Si Kecil juga. Hal pertama yang perlu dilakukan untuk melatih anak tidur di kamar terpisah adalah menyiapkan kamar yang nyaman. Buatlah kamar dengan hiasan interior yang sesuai dengan kesukaan Si Kecil. Kondisi kamar anak juga sebaiknya nyaman dan menenangkan. Untuk itu, Anda perlu mendiskusikan urusan dekorasi dan kelengkapan kamar dengan anak, agar ia dapat mengatur kenyamanan kamarnya sendiri.

Tidur di kamar terpisah dari orangtua memang butuh latihan. Untuk itu anak juga harus dipersiapkan. Bicarakan rencana itu jauh-jauh hari. Ajak anak untuk membuat persiapan dan membesarkan hatinya. Meski mungkin Anda tidak tega kepada Si Kecil, namun Anda tidak disarankan membuat kalimat-kalimat ambigu contohnya seperti, “Adik coba dulu tidur sendirian, nanti kalau susah tidur boleh pindah ke kamar Bunda.” Sebaiknya ucapkan kata-kata penyemangat semisal,”Bunda tahu adik belum terbiasa tidur sendirian, tapi kan semua harus dilatih. Nanti lama-lama adik juga akan terbiasa.”

Orangtua harus konsisten. Awal-awal tidur di kamar terpisah, mungkin si kecil akan kembali menyelinap masuk ke kamar orangtuanya. Jika anak melakukan ini, baik ayah maupun ibu harus konsisten untuk mengirimnya kembali tidur di kamarnya lagi. Jangan sampai Ibu mengijinkannya kembali bergabung dalam satu ranjang dengan kedua orangtuanya.

Buat kebiasaan baik sebagai pengantar tidur. Anda bisa bergantian dengan pasangan untuk membacakan buku cerita bergambar untuk Si Kecil. Atau bahkan melakukan pillow talk berdua saja, dan bercerita tentang apa saja yang dilakukan Si Kecil sepanjang hari itu.

Yang terakhir tentu saja, jangan paksa anak. Tidak semua anak bisa dengan mudah tidur terpisah dengan kedua orangtuanya. Orangtua harus bersabar dengan Si Kecil. Sering-seringlah berdiskusi dengan anak, agar dia mau mengungkapkan perasaannya, ketakutan atau mungkin kekhawatiran tidur di kamar terpisah dengan kedua orangtua. Anda perlu membuat rencana langkah-demi-langkah agar anak lebih mandiri untuk tidur sendiri.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!
Daftarkan email Anda dan dapatkan info terupdate dari kami