Bolehkah Anak Diajak Demo?

Demonstrasi dipandang sebagai salah satu sarana menyalurkan aspirasi di negara-negara yang menganut sistem demokrasi. Pro-kontra tentang anak-anak dalam aksi demonstrasi selalu mengemuka setiap kali terjadi aksi mewarnai negeri ini. Tak dipungkiri pelibatan anak dalam demonstrasi ini memang selalu terjadi. Walau selalu banyak kritik yang menyertai. Alasannya mcam-macam. Ada orangtua yang mengaku tidak punya asisten sehingga saat aksi mereka mengajak serta anak-anak yang masih Balita. Ada juga yang beralasan agar anak belajar dunia politik.

Sebelum sampai pada inti tentang boleh tidaknya anak-anak diajak melakukan aksi demonstrasi, perlu diketahui dulu siapa sih yang disebut anak-anak? Menurut Konvensi Hak Anak (KHA) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dimaksud anak adalah: setiap manusia di bawah 18 tahun, kecuali apabila menurut hukum yang berlaku bagi anak itu, ditentukan bahwa dia telah mencapai usia dewasa lebih awal (KHA Pasal 1).

Namun demikian, dalam definisi-definisi tentang anak selama ini masih terdapat perbedaan batasan usia anak pada beberapa ketentuan peraturan perundangan. Misalnya definisi pekerja anak berdasarkan UU No 11 tahun 2012 adalah 15 tahun. Sedangkan berdasarkan UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, anak dapat dituntut di depan hukum adalah 12 tahun. Terlepas dari itu, terkait aksi demonstrasi di akhir bulan September 2019, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat menyayangkan dilibatkannya anak-anak dalam aksi-aksi demo.

Sementara itu psikolog kenamaan Ratih Ibrahim, menyatakan anak mestinya tidak diajak dalam aksi demo.  Menurut Ratih, anak adalah anak. Sebesar-besarnya ruang berpendapat anak, ia tetap berada di ruang otoritas orangtuanya. Orangtua adalah figur paling dominan yang salah satu tanggung jawab terbesarnya adalah memastikan anak-anaknya aman.

Menurut Ratih, cukup nutrisi, cukup kasih sayang, cukup ruang belajar adalah hal-hal yang wajib diberikan orangtua. Hal-hal tersebut harus diberikan dalam suasana aman, terlindungi dan sebisa mungkin menyenangkan. Sedangkan aksi demonstrasi, jauh dari itu semua. Demo, adalah sebuah kegiatan unjuk rasa yang masif, intens, keras. Ratih Ibrahim menegaskan, aksi demonstrasi jelas bukan acara yang ramah anak. Sehingga mengajak, membawa anak ikut demo berarti memaparkan anak kepada bahaya secara sengaja.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!