Anak-Anak belum wajib menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan. Namun tidak ada salahnya orangtua mengajarkan puasa sejak dini. Berbagai cara dilakukan untuk memotivasi anak agar berpuasa. Salah satunya adalah memberikan iming-iming hadiah bila si kecil mampu berpuasa penuh ataupun jika mereka mampu mengerjakan puasa selama satu bulan tanpa bolong.
Pertanyaannya, bolehkah memotivasi anak untuk berpuasa dengan iming-iming hadiah? Apakah cara itu akan mengurangi keikhlasannya dalam menjalankan ibadah puasa? Bukankah ibadah harus dilaksanakan dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan hadiah di dunia?
Ibu, anak-anak belum wajib menunaikan ibadah puasa karena dia belum akil balig. Untuk anak-anak yang belum akil balig, tidak masalah memberikan hadiah sebagai motivasi menjalankan ibadah puasa. Seiring berjalannya waktu, dia akan paham kok bahwa berpuasa hendaknya dijalankan, baik ada hadiah atau tidak. Karena sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim di Bulan Ramadan.
Yang perlu diperhatikan dalam memberi hadiah puasa adalah jangan berlebih-lebihan. Berikan hadiah berupa barang yang memang mereka butuhkan. Misalnya kalau sepedanya sudah kekecilan, boleh-boleh saja memberi hadiah sepeda buat ananda yang menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Atau hadiah harian bagi yang mampu berpuasa penuh sehari, berupa makanan kesukaan saat berbuka puasa.
Hal yang tak kalah pentingnya dalam mengajarkan puasa adalah keteladanan. Bukan hadiah. Jangan sampai orangtua menyuruh anak berpuasa, kemudian menjanjikan hadiah bagi si anak, namun dirinya sendiri malah tidak berpuasa. Keteladanan orangtua ini nilainya jauh lebih besar dalam mengajarkan anak puasa, dibanding memberikan hadiah.