Bukan Gadget, Aktivitas Ini Bisa Bikin Tenang Anak

Gadget merupakan peranti ampuh yang kerap digunakan orangtua untuk membuat anak tenang, di saat orangtua merasa tidak ingin diganggu oleh rengekan atau tangisan si kecil. Akibatnya, tak jarang anak jadi bergantung pada gadget untuk bisa “diam”. Tak heran jika di kemudian hari, dijumpai kasus di mana anak menjadi ketergantungan terhadap gadget. Tidak ingin hal itu terjadi pada anak Anda? Beberapa aktivitas berikut ini bisa gantikan fungsi gadget untuk membuat anak tenang.

Sejak kecil anak-anak memang harus didorong untuk mengasah keterampilan kognitif untuk membangun otaknya. Anak perlu didorong untuk berlatih membaca, mengingat, berpikir dan memperhatikan lingkungan sekitarnya. Penting bagi orangtua untuk meningkatkan keterampilannya. Alih-alih memberikan gadget sebagai pengisi waktu luang si kecil, Anda bisa mengajaknya melakukan aktivitas yang mengembangkan keterampilan anak, berikut ini:

  • Membaca

Untuk anak Balita, Anda bisa memberikan buku bergambar yang tidak mudah robek. Pilih buku dengan muatan informatif seperti gambar dan nama-nama hewan, tumbuhan, hingga jenis-jenis perkakas rumah tangga. Untuk membiasakan anak membaca buku, temani si kecil saat ia berkenalan dengan buku. Lambat laut, setelah terbiasa, anak akan asyik sendiri mencermati buku-buku yang Anda sodorkan.

  • Menggambar dan mewarnai

Anak yang belum mampu memegang dan mengendalikan pensil bisa diajak untuk mewarnai terlebih dahulu. Berikan kertas mewarnai yang sudah ada objek di dalamnya. Pilihlah objek mewarnai yang menggugah keingintahuan si kecil. Temani dia saat mewarnai, setelah si kecil asyik dengan kertas mewarnai, Anda bisa meninggalkannya untuk melakukan aktivitas lain. Untuk anak yang lebih besar, Anda bisa mengganti aktivitas mewarnai dengan menggambar.

  • Bermain blok susun

Anak perlu belajar bentuk dan dimensi. Salah satu caranya adalah dengan bermain blok susun. Untuk anak di bawah usia lima tahun, berikan rangkaian blok susun yang ukurannya paling tidak satu genggaman tangan, untuk mencegah kemungkinan si kecil memasukkannya ke mulut.

  • Main di taman

Anda juga bisa mengajak anak untuk bermain ke taman kota yang menyediakan fasilitas permainan untuk anak. Bermain di ruang terbuka akan memberi asupan oksigen segar pada tubuh si kecil, sementara permainan fisik akan melatih motorik dan otot-ototnya. Bermain di arena permainan luar ruang akan membuat anak rileks, bahkan lelah sehingga akan mudah beristirahat dengan tenang.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!