Cerita Rakyat untuk Mengenalkan Anak pada Budaya Indonesia

Siapa sih anak yang tak mau mendengarkan dongeng sebelum tidur? Tidak ada. Menceritakan atau membacakan dongeng sebelum tidur adalah rutinitas yang banyak sekali manfaatnya. Selain bisa memperluas wawasan anak, membuat kosa kata si kecil bertambah banyak, juga bisa menjadi sarana mengajak anak untuk mengenal budaya asli Indonesia. Dan suatu saat boleh dong Ibu ajak anak-anak mengunjungi tempat darimana cerita itu berasal. Pasti mengasyikkan.

Iya, Bu. Dongeng sebelum tidur itu bukan harus selalu cerita tentang Cinderella, Puteri Salju ataupun Puteri Yasmin dan Aladdin. Ibu bisa memilih cerita-cerita rakyat asli Indonesia. Kisahnya tak kalah seru dan selalu ada nilai moral yang terkandung di dalamnya. Nilai plusnya, cerita rakyat seperti ini akan mampu membuat anak mengenal tempat dan budayanya sendiri.

Berikut ini adalah sejumlah cerita rakyat yang bisa Ibu jadikan dongeng sebelum tidur:

  • Asal-usul Candi Prambanan

Ini kisah dari Jawa Tengah, tentang Puteri Roro Jonggrang yang cantik jelita. Dia adalah anak dari Raja Prambanan, Prabu Boko. Kerajaan Prambanan diserang oleh Kerajaan Pengging yang memperluas kekuasaannya.  Prabu Boko meninggal dunia dibunuh oleh Bandung Bondowoso, kestaria yang sakti mandraguna dari Pengging. Bandung yang melihat kecantikan Roro Jonggrang ingin mempersuntingnya. Namun Roro Jonggrang memberikan syarat. Dia mau menjadi isteri Bandung Bondowoso namun dia harus membuatkannya seribu candi. Bandung Bondowoso menyanggupi, dan menjelang pagi dia sudah membuat 999 candi. Roro Jonggrang sedih, lalu meminta dayang-dayangnya membunyikan lesung dan menaburkan bunga-bunga. Mendengar lesung dan mencium wangi bunga, ayam jago pun ramai berkokok bersahut-sahutan, tanda pagi telah tiba. Bandung Bondowoso yang marah, akhirnya mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca di dalam candi yang ke-1.000.

  • Malin kundang

Ini adalah cerita yang sangat sangat popular dari Sumatera Barat. Alkisah, seorang anak bernama Malin Kundang yang sangat rajin namun miskin. Dia ingin menjadi orang kaya. Suatu hari dia meminta izin ibunya untuk pergi merantau. Singkat cerita, dalam perantauan dia berhasil menjadi orang kaya. Dia juga dijadikan menantu oleh saudagar yang kaya raya. Kemudian pada suatu kesempatan dia kembali ke daerah asalnya. Sang ibu mendengar kabar anaknya datang ke desa. Namun Malin tidak mau mengakui ibunya yang miskin dan tua. Ibu yang sedih lantas mengutuk Malin menjadi Batu.

  • Legenda Tangkuban perahu

Legenda Gunung Tangkuban Perahu berasal dari Jawa Barat. Ada seorang pemuda bernama Sangkuriang, yang mencintai dan ingin mempersunting Dayang Sumbi, ibunya sendiri. Demi menolak Sangkuriyang, Dayang Sumbi memintanya membendung Sungai Citarum dan membuat kapal dalam waktu semalam. Namun sebelum pekerjaan selesai, ternyata ayam telah berkokok, tanda malam telah berganti pagi. Sangkuriyang yang marah menendang kapal itu sehingga terpental dan jatuh menelungkup. Kapal yang besar itu kemudian menjadi gunung yang dikenal dengan nama Tangkuban Perahu dan kini menjadi salah satu objek wisata.

Masih banyak cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia. Bacakanlah cerita-cerita itu kepada anak-anak, agar mereka mengenal dan semakin mencintai budayanya sendiri.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!