Couvade Syndrome, Apakah Itu?

Ngidam lumrah dialami oleh perempuan hamil. Rasa mual muntah di pagi hari, penciuman yang menjadi lebih sensitif, mudah  lelah dan lemas adalah beberapa gejala yang sering dialami ibu hami (Bumil) yang tengah ngidam. Namun ternyata, gejala ngidam juga bisa dialami oleh laki-laki. Ngidam pada laki-laki dikenal dengan istilah cauvade syndrome. Couvade syndrome atau yang juga dikenal sebagai sindrom kehamilan simpatik merupakan sindrom ngidam yang dialami oleh ayah.

Istilah ini berasal dari kata Prancis couvee yang artinya “menetas”. Kondisi ini bisa terjadi pada ayah,  mulai dari mual, muntah, penambahan berat badan, dan perubahan hasrat seksual. Laki-laki juga bisa merasakan gejala ini sejak trimester pertama hingga ketiga kehamilan sang istri. Menurut penelitian, sejumlah laki-laki memang lebih rentan mengalaminya ketimbang laki-laki lainnya. Mereka yang rentan mengalami couvade syndrome adalah laki-laki dengan riwayat infertilitas atau ketidaksuburan. Secara psikis, kondisi ini juga bisa disebabkan karena adanya banyak kecemasan yang dipikirkan oleh ayah terkait kehamilan sang istri dan kelahiran anaknya kelak.

Memang tak banyak yang menganggap hal ini serius. Beberapa ayah yang mengalami pun ada yang tidak menyadarinya. Meski mengganggu, namun sindrom ini tidak mempengaruhi kesehatan ayah secara umum. Gangguan akan terasa ketika yang dialami adalah mual dan muntah yang berkepanjangan. Menurut penelitian di St. George University, setidaknya 20-80 persen laki-laki di dunia mengalami couvade syndrome karena meningkatnya hormon prolaktin dan kortisol. Peningkatan kedua hormon ini bagi pria memungkinkan para calon ayah juga mengalami gejala sama yang dirasakan oleh ibu. Bukan tanpa alasan couvade syndrome bisa dialami oleh sebagian calon ayah. Minat dan simpati yang tinggi terhadap kehamilan istrinya bisa menyebabkan couvade syndrome. Gejala ini sebagai bukti kedekatan emosional laki-laki menyambut kehamilan istrinya.

Seperti halnya morning sickness yang dialami oleh Bumil, couvade syndrome tidak perlu penanganan khusus. Seiring waktu, gejala ini akan hilang dengan sendirinya. Namun, penting untuk mendikusikan hal ini dengan istri. Andai kecemasan yang dirasakan memicu couvade syndrome pada calon ayah, komunikasi dari hati ke hati akan dapat meringankan beban perasaan. Sama-sama mengalami ngidam justru dapat menjadi pengalaman berbeda bagi laki-laki, dan mempererat hubungan suami istri.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!