Dampak Buruk Anak yang Kebanyakan Les

Ketika memasuki usia sekolah dasar, kadang orangtua mulai khawatir. Apakah anak bisa mengikuti pelajaran di kelas? Apakah anak akan mampu menorehkan prestasi yang baik? Kekhawatiran yang berlebihan, kadang mendorong sejumlah orangtua untuk memberikan les bagi anaknya. Anak yang baru masuk SD langsung diikutkan les ini-itu. Anak menjadi sibuk dan kehilangan banyak waktu untuk bermain, dunia mereka seharusnya.

Untuk diketahui, anak adalah manusia biasa dan makhluk yang lemah. Mereka mempunyai keterbatasan ketahanan fisik dan juga mental. Anak di sekolah sudah menguras tenaga dan pikiran. Kadang masih ada tugas tambahan dari sekolah. Sekolah selesai masih les. Dampak buruk kebanyakan les bagi anak bisa fatal dan membutuhkan penanganan jangka panjang. Dampak-dampak buruk yang dimaksud adalah:

  • Kelelahan fisik
    Aktivitas yang begitu banyak dan susul-menyusul membuat energi terkuras. Daya tahan turun. Fisik menjadi lemah. Anak jadi mudah terkena penyakit. Kalau sakit jadi langganan absen/tidak masuk sekolah. Prestasi jadi turun. Kualitas hidup anak menjadi rendah.
  • Anak tertekan
    Selain berdampak pada fisik, mental anak juga akan terdampak. Anak jadi tertekan karena banyaknya tanggungjawab yang harus dikerjakan. Pikiran sumpek karena tugas sekolah belum dikerjakan, guru les ini-itu sudah menunggu. Apalagi bila tidak banyak kesempatan refreshing yang diberikan orangtua. Kondisinya bisa lebih parah. Ciri-ciri anak tertekan adalah mudah marah, kehilangan minat untuk melakukan sesuatu yang disukainya dan menarik diri dari pergaulan.
  • Kehilangan motivasi diri
    Terlalu banyak les apalagi bidang yang tak disukai anak, akan membuat semangatnya turun. Mula-mula dia malas melakukan hal yang tak disukai. Tapi selanjutnya dia jadi malas melakukan apapun. Dia kehilangan motivasi diri karena merasa tidak punya kebebasan untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya.

Alih-alih meminta anak les ini-itu dengan tujuan agar dia mampu mengikuti pelajaran di kelas, sebaiknya orangtua memberikan kesempatan yang banyak bagi anak untuk bermain seusai sekolah. Sedangkan mengenai les, sebaiknya terlebih dahulu mengajak anak bicara. Bisa diberikan les memang anak menyukainya. Lebih baik mendorong anak berkembang dengan wajar menjadi anak yang berbahagia. Kebahagiaan anak dengan sendirinya akan memunculkan motivasi dalam dirinya dan akan memacunya menuju kesuksesan hidup.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!