Gizi yang Berimbang untuk Anak, Seperti Apa Sih?

Gizi berimbang, menurut para ahli kesehatan merupakan konsep gizi yang pas, tidak kekurangan hingga menyebabkan stunting, atau berlebih hingga menimbulkan obesitas. Gizi berimbang bisa dicapai dengan memberikan nutrisi dan memperhatikan asupan anak-anak. Para orangtua, terutama Ibu, musti memiliki pengetahuan tentang konsep gizi berimbang ini, agar si kecil mendapatkan manfaat terbaik dari makanan yang dikonsumsinya. Lalu, gizi yang berimbang untuk anak itu seperti apa sih?

  • Anak 2-5 Tahun

Para ahli gizi memberikan rekomendasi porsi ideal yang harus dikomsumsi si kecil agar mendapat asupan gizi seimbang, sesuai dengan usia. Untuk usia 2-5 tahun, si kecil disarankan mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang tinggi akan karbohidrat kompleks, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan.

  • Anak 2-3 Tahun

Untuk menu harian, anak usia 2-3 tahun disarankan mengonsumsi karbohidrat sebanyak tiga porsi, sayuran 1,5 porsi, lauk nabati satu porsi, lauk hewani satu porsi, buah tiga porsi, susu satu gelas, dan satu sendok teh minyak, serta satu sendok makan gula.

  • Anak 3-5 Tahun

Sementara untuk anak berusia 3-5 tahun, dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat sebanyak empat porsi, sayuran dua porsi, lauk nabati dan hewani masing-masing dua porsi, buah tiga porsi, susu satu porsi, minyak sebanyak empat sendok teh, serta gula sebanyak dua sendok makan. Jumlah tersebut harus dicukupi dalam menu satu hari.

Selain asupan karbohidrat, protein dan serat, orangtua juga musti memperhatikan asupan gula, garam dam lemak untuk anak. Pasalnya, gula, garam dan lemak yang berlebih bisa memengaruhi kesehatan dan menyebabkan kerusakan gigi, tekanan darah tinggi hingga obesitas. Idealnya, asupan gula dalam sehari tak lebih dari 50 gram, garam tak lebih dar 2 gram sementara untuk lemak tak lebih dari 67 gram per hari. Karena itu, batasi konsumsi makanan ringan produksi pabrik, yang biasanya banyak mengandung garam, gula, dan lemak. Makanan olahan rumahan jauh lebih baik karena terjamin kebersihannya dan takaran gizi dapat dipantau.

Cukup cairan juga mendukung kecukupan gizi pada anak. Cairan terutama air putih penting untuk metabolisme dan kerja saluran pencernaan. Anak dianjurkan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 1,6 liter per hari. Untuk mendukung gizi tubuh si kecil, ada baiknya orangtua juga memberikan aktivitas fisik (olahraga) yang rutin kepada anak. Setidaknya tiga kali dalam sepekan, ajak anak untuk bermain yang mengandalkan fisik seperti berlari, dan melompat. Kegiatan ini penting untuk mencegah anak menjadi obesitas.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!