Hal Kecil yang Membangun Bonding Ayah dengan Anak Perempuan

Ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Bener nggak, sih? Bener dong… Tapi itu tak berlaku bagi semua ayah. Ungkapan itu khusus berlaku bagi ayah yang punya kedekatan ataupun ikatan emosi (bonding) yang tinggi dengan anak-anak perempuannya. Kalau bonding itu tidak terjadi, ya lupakan saja ungkapan itu.

Tahu nggak sih, bonding yang tinggi antara ayah dengan anak perempuan akan membuat anak merasa lebih bahagia, lebih percaya diri dan merasa lebih nyaman karena ada ayah yang menyayangi dan selalu siap melindunginya. Dia pun tidak akan mudah tertarik dengan kesenangan yang ditawarkan di luar sana karena dia mendapatkannya dari ayah. Nah, bagaimana caranya agar ayah memiliki bonding dengan anak perempuannya? Ini dia:

  • Ikut merawat sejak lahir

Sejak lahir, ayah sebaiknya ikut mengurus dan merawat si upik. Jangan lewatkan kesempatan menggendong dan menimangnya. Sesekali memandikan dan mengganti popoknya. Tatap matanya sambil ajak bicara.

  • Menyisir rambut

Menyisir rambut si upik adalah hal kecil yang sangat berguna. Lakukan dengan lembut. Minta si kecil bercerita sembari disisir. Tanggapi ceritanya sehingga berlangsung komunikasi dua arah yang hangat.

  • Membacakan dongeng

Membacakan dongeng sebelum tidur adalah rutinitas yang butuh waktu. Tinggalkan sejenak aktivitas agar bisa melakukan kegiatan ini. Cerita-cerita yang dibacakan ayah akan dikenang anak sepanjang hidupnya.

  • Mengantar sekolah

Rutinitas mengantar ke sekolah dan syukur-syukur menjemputnya tak hanya akan membangun ikatan antara ayah dan anak. Lebih dari itu akan membuat anak lebih ceria di sekolah. Dia juga akan bangga dan merasa lebih dilindungi. Dalam kondisi seperti ini anak siap menerima dan menyerap pelajaran apapun dari gurunya.

  • Main bersama

Sempatkan main bersama anak. Tak masalah mengajak anak perempuan dalam permainan lelaki, seperti main bola. Jadwalkan berenang bersama atau permainan lain yang menyenangkan. Si upik akan terus mengenang kebersamaan dengan ayah bahkan ketika dia telah menikah.

Konsekuensi bagi ayah untuk melakukan semua hal di atas adalah meluangkan waktu. Mau tidak meluangkan waktu untuk investasi jangka panjang demi anak perempuan.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!