Ini, Lho… Durasi Aman Penggunaan Gadget untuk Anak

Masa pandemi yang diperkirakan masih akan panjang, membuat kesempatan anak-anak untuk beraktivitas di luar rumah harus dibatasi. Terlebih, salah satu aturan adaptasi kebiasaan baru yang bergulir adalah anak-anak dilarang masuk ke tempat umum seperti mal dan lokasi wisata. Gadget memang menjadi pilihan paling mudah untuk memberi hiburan pada anak. Namun, orangtua tidak boleh terlena. Ada durasi waktu yang aman untuk anak, disesuaikan dengan usia.

Untuk anak-anak durasi waktu yang diizinkan untuk mengakses adalah 1-2 jam per hari. Namun, pembatasan ini juga harus disesuaikan dengan usia:  anak usia di bawah 2 tahun disarankan sama sekali tidak diberi akses pada gadget. Sementara itu, anak usia di atas 1,5 tahun dapat mengakses gadget tidak lebih dari satu jam per hari dengan didampingi orangtua, atau hanya bila diperlukan.

Pada anak usia 2-5 tahun disarankan mengakses gadget hanya 1 jam per hari, itu pun sebaiknya hanya untuk program yang berkualitas. Sementara untuk anak usia 6 tahun ke atas, orangtua bisa menetapkan durasi khusus yang disepakati bersama. Misalnya, anak hanya diizinkan mengakses gadget di akhir pekan, atau maksimal selama 2 jam per hari.

Mengapa penggunaan gadget pada anak perlu dibatasi?  Tentu saja karena dampak buruk yang mungkin menimpa si anak.  Yang utama adalah, bahwa kecanduan gadget dapat menyebabkan gangguan permanen pada otak anak yang masih berkembang, di antaranya gangguan konsentrasi, fokus, kemampuan bahasa, hingga kesulitan berkomunikasi.

Usia 1-3 tahun merupakan masa kritis di mana otak anak sangat sensitif terhadap rangsangan dari lingkungan dan berkembang sangat pesat. Semua perubahan selama periode emas ini akan menjadi pondasi permanen bagi perkembangan fungsi otak selanjutnya. Rangsangan berlebihan akibat penggunaan gadget akan mengganggu perkembangan otak si kecil. Anak yang terlalu lama memegang gadget biasanya juga jadi kurang gerak. Terlalu lama dalam keadaan statis, bisa berujung pada kekakuan anggota badan, dan dalam jangka panjang juga bisa memicu obesitas. Jadi, jangan biarkan anak terlalu lama terpaku pada gadgetnya ya Bu, Pak.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!