Janethes
Janethes

Sosial Media kami:

Jangan Sampai Jadi Toxic Parent, Ini Tanda-tandanya

Setiap orangtua tentu menginginkan anak-anak mereka tumbuh dengan baik, termasuk anak kelak memiliki kepribadian positif. Dalam hal ini, orangtua memberi pengaruh besar terhadap perkembangan anak, terutama dari pola asuh yang diterapkan.

Jangan terburu-buru menyalahkan orang lain atau keadaan jika suatu ketika Anda mendapati anak Anda menunjukkan sikap atau kepribadian negatif. Misalnya, anak cenderung lebih suka menutup diri dari Anda selaku orang tuanya, penakut, kurang percaya diri, sering minder atau rendah diri. Atau ketika anak seringkali bersikap memusuhi Anda, suka membangkang atau bahkan berani melawan, atau sikap negatif lainnya. Bisa jadi perilaku anak Anda yang seperti itu justru disebabkan oleh diri Anda sendiri.

Cobalah untuk mengingat-ingat bagaimana sikap dan perlakuan Anda terhadap anak Anda selama ini. Apakah Anda tergolong toxic parents, yakni orangtua yang sering memperlakukan anak dengan cara yang tidak menyenangkan baginya? Bahkan bisa jadi perlakuan Anda tersebut sangat melukai hati anak?

Tapi perlakuan tidak menyenangkan ini bukan hanya yang buruk-buruk saja lho, Ayah-Ibu! Bisa juga perlakuan yang menurut Anda bertujuan baik, tapi bagi anak justru sangat mengganggu, membuatnya merasa tidak nyaman, atau tidak suka. Jika terus-menerus dilakukan, perlakuan orangtua seperti ini akan “meracuni” sisi psikologis anak dan dapat juga berimbas negatif terhadap perkembangan anak. Nah, untuk menghindarinya, ada baiknya Anda mengetahui apa saja sih tanda-tanda toxic parents ini.

Menurut psikolog anak yang juga owner Biro Psikologi Obsesi dan Kelompok Bermain Pelangi, Sukoharjo, Budhy Lestari, S.Psi, tanda-tanda toxic parents di antaranya:

  • Menaruh harapan berlebihan kepada anak
    Hal ini bisa dilatarbelakangi adanya impian atau keinginan orangtua di masa lalu yang gagal terwujud. Sehingga orangtua kemudian menaruh harapan besar dan terlalu berlebihan kepada anaknya, bahkan sangat berambisi agar anak bisa mewujudkan impian orangtua tersebut. Padahal belum tentu anak memiliki keinginan yang sama dengan orang tuanya. Jika itu dipaksakan, tentunya anak tidak akan merasa nyaman dengan itu.
  • Sering membanding-bandingkan
    Orangtua suka menceritakan tentang anak kepada orang lain, ketika anak berbuat salah, termasuk saat anak berperilaku yang tidak sesuai atau tidak disukainya. Mungkin juga orangtua membagi cerita tersebut melalui sosial media (medsos), tanpa izin dari anak. Orangtua juga sering membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya. Walaupun terkadang orang tua hanya bermaksud bercanda. Hati-hati lho, Ayah-Ibu. Anak yang peka atau sensitif, apalagi jika anak tersebut sudah menginjak usia remaja, ketika mengetahui dirinya menjadi bahan pembicaraan bisa saja ia terluka dengan perlakuan orang tua yang seperti ini.
  • Suka mengancam anak
    Apapun bentuknya, ancaman verbal maupun nonverbal, akan berdampak buruk terhadap psikologis anak. Misalnya ketika anak tidak mau mematuhi perintah orangtua, lalu orangtua menakut-nakuti anak, mengancam akan memberi hukuman. Anak mungkin pada awalnya akan patuh karena takut. Tapi bisa jadi lama-lama anak akan melawan dan semakin berani kepada orangtuanya.
  • Sering menyalahkan anak
    Orangtua terlalu sering atau mudah sekali menyalahkan anak, memarahinya, sampai melukai perasaan anak. Mungkin tanpa disadari orangtua, ternyata ada andil orangtua sehingga anak sampai berbuat kekeliruan. Misalnya, anak salah ketika melakukan sesuatu karena orangtua sebelumnya memang tidak pernah mengajarkan cara yang benar, dan sebagainya.
  • Suka mengungkit-ungkit
    Saat anak berperilaku yang tidak sesuai harapan atau ketika anak berbuat kesalahan, orangtua selalu mengungkit-ungkit jasa atau kebaikan yang sudah diberikan oleh orangtua untuk anak.
  • Egois
    Orangtua selalu mengutamakan kepentingannya dibandingkan dengan kepentingan anak, tidak peduli pendapat atau keinginan anak, maupun menghargai perasaan anak.  
Suka artikel ini? Ayo bagikan!

Artikel Terkait Pendidikan

  • Momentum Kecil Ini Bisa Bikin Anak Bahagia

    Momentum Kecil Ini Bisa Bikin Anak Bahagia

    Orangtua mana sih yang tidak ingin anaknya bahagia? Pada umumnya, baik ayah maupun ibu, pasti ingin senantiasa bisa membuat buah hati tercinta merasa bahagia. Ya, kebahagiaan bahkan menjadi salah satu...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Mei 3, 2021
  • Tetap Ceria Meski Tak Mudik Lebaran, Ini Caranya!

    Tetap Ceria Meski Tak Mudik Lebaran, Ini Caranya!

    Sama halnya dengan Lebaran tahun lalu, tahun ini pemerintah kembali memberlakukan larangan mudik mengingat pandemi Covid-19 yang hingga kini masih berlangsung. Dengan adanya kebijakan tersebut, tentu...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 30, 2021
  • Ide Hadiah untuk Anak yang Tuntas Puasa Ramadhan

    Ide Hadiah untuk Anak yang Tuntas Puasa Ramadhan

    Saat melatih anak untuk ikut berpuasa di bulan Ramadhan, terkadang ada orangtua yang menjanjikan akan memberikan hadiah jika si anak bisa menjalani puasanya sampai tuntas. Cara ini biasanya dilakukan...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 30, 2021
  • Tips agar Anak Ikut Menjaga Lingkungan Sehat

    Tips agar Anak Ikut Menjaga Lingkungan Sehat

    22 April diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia (Earth Day). Melalui momentum tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan hidup, termasuk anak-...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 30, 2021
  • Merawat Rambut Keriting Anak agar Tetap Sehat

    Merawat Rambut Keriting Anak agar Tetap Sehat

    Anak yang punya rambut keriting itu terlihat unik ya, Ayah-ibu? Tak jarang ia membuat orang yang melihatnya jadi gemas karena penampilan rambutnya tersebut.  Ada beberapa tipe rambut keriting, di...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 26, 2021

Artikel Populer