Jika Suami Cemburu pada Si Kecil

Kehadiran anak di tengah-tengah keluarga tentu membawa perubahan sangat besar dalam kehidupan pasangan suami-istri (Pasutri). Fokus perhatian orangtua kemudian akan lebih banyak tercurah pada si jabang bayi. Karena konsentrasi tercurah pada si kecil, yang kerap terjadi kemudian, salah satu pasangan akan sedikit tersisih. Akibatnya, ada pihak yang merasa terabaikan. Biasanya, pihak suami mengalami kekurangan perhatian istri, yang mungkin mendorong munculnya rasa cemburu kepada anak.

Suami cemburu kepada Si Kecil? Para ahli kesehatan jiwa mengatakan, hal itu memang lumrah terjadi. Kehadiran anak otomatis memberi tanggung jawab baru bagi Pasutri untuk mengurus, merawat hingga mendidik Si Kecil. Apalagi jika sejak awal, pihak suami tidak mempersiapkan diri secara mental terkait perubahan kondisi dalam rumah tangga.

Meski demikian, hal tersebut bisa diantisipasi dan ditanggulangi. Ini caranya:

  • Proaktif

Sebagai langkah antisipasi, pihak istri harus proaktif melakukan komunikasi beberapa waktu sebelum jabang bayi lahir ke dunia. Informasikan kepada calon ayah, bahwa hingga enam bulan usia bayi, maka perhatian Ibu akan terpusat pada Si Kecil, baik secara fisik, dan psikologis.

  • Libatkan suami mengurus anak

Membiarkan suami terlibat dalam pengurusan bayi juga dapat mengurangi kemungkinan suami cemburu kepada Si Kecil. Latih dan beri kesempatan suami untuk ikut mengurus Si Kecil. Seperti mengganti popok, memandikan, mengajaknya berjemur, hingga menyiapkan susu atau makanan pendamping ASI. Keterlibatan ayah akan memperkecil kemungkinan munculnya rasa cemburu.

  • Terbuka

Komunikasi terbuka antara suami dan isteri harus selalu dijaga. Jika sudah telanjur terjadi, suami merasa cemburu pada si kecil, yang harus segera dilakukan adalah mengkomunikasikannya. Jangan biarkan perasaan terabaikan itu terus terpendam dan berlarut. Karena, bukan tidak mungkin, perasaan cemburu kecil bila terakumulasi bisa berubah jadi benci kepada pasangan atau anaknya sendiri.

  • Quality time

Manfaatkan waktu luang. Saat si kecil tidur, saat si kecil asik bermain, atau saat si kecil belum bangun dipagi hari, gunakan waktu-waktu tersebut sebagai quality time untuk menjalin kedekatan dengan suami. Anda bisa menonton TV bersama, makan malam berdua, atau berbincang tentang aktivitas di hari itu. Karena itu, kedua pasangan harus pandai-pandai berbagi peran saat merawat dan mengasuh anak, agar kemesraan keduanya tetap hangat terjaga.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!