Kakak-Adik Gemar Berantem, Gimana Dong?

Rumah kita pastinya akan terasa tenang dan damai ketika anak-anak selalu rukun setiap hari ya, Ayah-Ibu? Tapi pada kenyataannya, pertengkaran anak bisa saja kerap mewarnai keseharian keluarga yang memiliki anak lebih dari satu orang. Bahkan kadangkala pertengkaran disertai dengan anak-anak saling berkata kasar, memukul, menjambak, mencubit, atau menggigit. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari hal sepele seperti berebut mainan, sampai masalah besar lainnya. Tak jarang orang tua ikut dibuat frustasi karenanya. 

Memang tidak selalu mudah bagi orang tua ketika harus menghadapi situasi anak-anak yang bertengkar. Tindakan yang kurang tepat, akan mempengaruhi perilaku anak di masa depan. Namun ayah-ibu bisa mencoba beberapa cara ini:

  • Jangan buru-buru melerai
    Tak jarang orang tua akan langsung berusaha melerai ketika melihat anak-anaknya sedang bertengkar. Padahal langkah itu ternyata kurang tepat. Dalam hal ini, sebaiknya ayah-ibu menahan diri dulu dan tidak ikut terlibat. Selama anak-anak bertengkar tidak sampai adu fisik atau saling menyakiti, biarkan mereka mencoba menyelesaikan masalah mereka sendiri. 
  • Jangan melerai dengan emosi
    Jika pertengkaran anak-anak berlarut-larut dan Anda merasa itu harus segera dihentikan, sebaiknya kendalikan emosi Anda terlebih dulu. Tenangkan perasaan Anda. Jangan sampai melerai anak-anak dalam keadaan marah. Berkatalah dengan lembut kepada anak-anak agar mereka berhenti bertengkar. Pilihlah kalimat-kalimat yang positif agar tidak malah memperkeruh suasana. Ketika pertengkaran sudah diwarnai adu pukul, ada baiknya memisahkan mereka ke ruangan berbeda. Biarkan masing-masing anak untuk menenangkan diri dulu.
  • Jadi pendengar yang baik
    Ketika anak-anak mengadu tentang pertengkaran dengan kakak atau adiknya, jadilah pendengar yang baik. Biarkan mereka meluapkan emosi agar perasaan mereka jadi lebih baik dan tenang. Cari tahu penyebab mereka bertengkar. Berilah mereka nasehat yang baik. 
  • Jangan memihak
    Bersikaplah netral dan adil. Jangan memihak ke salah satu anak. Pertimbangkan perasaan masing-masing anak ketika memberikan nasehat. Jangan selalu memaksa si kakak untuk terus menerus mengalah kepada adiknya. Sang adik tidak harus selalu dibela lantaran ia lebih kecil. 
  • Bantu selesaikan masalah
    Saat perasaan mereka sudah lebih tenang, ajak anak-anak berdiskusi untuk bisa saling memahami kondisi satu sama lain. Bantu mereka menyelesaikan masalah. Bila perlu tawarkan beberapa alternatif solusi yang sifatnya win-win solution
  • Beri motivasi
    Berikan mereka motivasi dan jangan lupa untuk memberikan pujian kepada anak-anak saat mereka berhasil menyelesaikan masalah. Hal ini akan memberikan energi positif untuk mereka bisa bersikap lebih baik. Ajak mereka untuk saling meminta maaf dan memaafkan.
Suka artikel ini? Ayo bagikan!