Kemarau Panjang, Waspadai Dehidrasi pada Anak

Beberapa waktu terakhir ini wilayah Indonesia diliputi suhu udara yang sangat ekstrem. Panasnya suhu udara yang disebut-sebut mencapai 40 derajat celcius tak ayal menimbulkan keluhan dari sejumlah warganet. Cuaca panas akibat musim kemarau panjang yang melanda Indonesia ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan lho. Salah satunya dehidrasi. Tak hanya pada orang dewasa, anakpun dapat mengalami dehidrasi, dan kadang kurang disadari. Penting untuk mewaspadai dehidrasi pada anak agak tidak berlanjut pada gangguan kesehatan yang lebih serius.

Jika orang dewasa dapat secara sadar mencegah dehidrasi dengan banyak minum, tidak demikian dengan anak-anak. Oleh karena itu orangtua perlu memastikan, anak tercukupi asupan cairannya, baik yang berasal dari makanan maupun minuman. Apalagi untuk anak yang sedang getol-getolnya bermain dan bereksplorasi. Anak butuh asupan cairan yang cukup. Utamanya jika mereka kerap bermain dan berlarian di luar ruangan.

Upayakan untuk memberikan makanan yang mengandung cairan tinggi, di samping tentu saja minuman. Bila anak  terlanjur bermain dan berlarian di luar ruangan saat cuaca panas dan terik, cegah dehidrasi dengan beberapa langkah ini: memberikan air kelapa. Cairan ini mengandung banyak elektrolit yang dapat meningkatkan kadar air dalam tubuh secara cepat. Cukup beri anak satu gelas air kelapa saat muncul gejala dehidrasi. Setelah itu, beri anak minum air putih dengan jarak waktu yang  tidak terlalu jauh.

Bukan hanya minum, kebutuhan cairan tubuh juga bisa dipenuhi dengan mengonsumi makanan yang kaya kandungan cairan. Ada banyak jenis buah dengan kandungan cairan tinggi yang ampuh untuk menghidrasi tubuh, seperti semangka, anggur, jeruk, melon, buah pir, pepaya dan tomat. Jika anak bosan dengan air putih, Anda bisa memberikannya buah-buahan tersebut untuk menambah asupan cairan tubuh anak. Sayuran segar pun bisa digunakan untuk menambah hidrasi tubuh. Timun atau zucchini  bisa dimakan langsung atau dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Sup sayur akan membantu mencukupi kebutuhan cairan sekaligus serat dan vitamin. Anda bisa membuat sayur bayam bening, sup kol dan kentang dengan kaldu encer sebagai alternatif. Kandungan cairan dalam kaldu dan sup sangat baik untuk mengembalikan cairan tubuh.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!