Awam diketahui, golongan darah tiap indvidu tidaklah sama. Perbedaan golongan darah dikelompokkan ke dalam tipe A, B, AB, atau O. Penggolongan ini di kalangan dunia medis, dikenal sebagai penggolongan menggunakan sistem ABO. Setiap golongan darah tersebut kembali diklasifikasikan berdasarkan kandungan protein yang bernama Rhesus (Rh), yang dibagi menjadi negatif dan positif.
Penting kiranya tiap individu untuk mengetahui karakteristik tersebut, mengingat darah memiliki peranan sangat penting bagi tubuh. Golongan darah ini akan menentukan sifat-sifat gen yang diwariskan orangtua kepada anak. Namun demikian, perbedaan dalam hal golongan darah dan Rh orangtua dan anak ternyata juga dapat mendatangkan masalah. Salah satunya ketika Rh janin berbeda dengan Rh ibu yang mengandung.
Menurut para ahli kedokteran, sebenarnya, faktor Rh tidak berimbas langsung pada kesehatan. Akan tetapi, Rh sangat berpengaruh pada ibu hamil. Bila seorang ibu yang memiliki Rh- mengandung bayi yang memiliki Rh+, maka bayi akan mengalami beberapa risiko kesehatan, terutama pada kehamilan kedua dan seterusnya. Kondisi ini biasa disebut inkompatibilitas Rh. Ketika si ibu memiliki Rh- sedangkan si janin memiliki Rh+, maka tubuh ibu akan mengenali Rh+ tersebut sebagai sesuatu yang asing di tubuh si ibu. Ini berarti jika sel darah dari bayi bertemu dengan sel darah si ibu, maka sistem imunitas si ibu akan memproduksi antibodi untuk melawan sel darah Rh+.
Ketika antibodi melawan sel darah merah pada bayi Anda, bayi Anda dapat mengalami anemia hemolitik, yaitu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan sel darah merah, yang memicu tingginya jumlah bilirubin pada bayi. Terlalu banyak bilirubin pada tubuh adalah tanda-tanda bahwa pankreas bayi bermasalah. Ciri dari inkompatibilitas Rh meliputi, bayi kuning, lemah otot dan lesu. Tanda-tanda tersebut akan mereda ketika pengobatan untuk inkompatibilitas Rh telah selesai dilakukan.
Pada inkompatibilitaas Rh yang gagal ditangani/diantisipasi, ada risiko komplikasi yang mungkin dihadapi bayi, mulai dari anemia, kejang-kejang, gagal jantung, kerusakan otak pada bayi, gangguan kesehatan mental, pergerakan, pendengaran, dan kemampuan bicara. Mengingat buruknya efek inkompatibilitas Rh pada bayi, sebagai antisipasi, maka penting kiranya untuk memeriksakan diri sejak kehamilan kali pertama diketahui.
Biasanya, dokter akan menyarankan untuk tes darah, untuk menentukan status Rh ibu hamil (Bumil) saat kali pertama datang untuk berkonsultasi tentang kehamilan. Jika Bumil diketahui memiliki Rh-, maka kemungkinan pihak suami juga disarankan untuk tes darah. Bila suami Anda juga memiliki Rh-, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, bila suami memiliki Rh+, maka dokter akan mengantisipasi kemungkinan terjadinya inkompatibilitas Rh.