Hai Moms, bagaimana aktivitas menemani anak di rumah selama pandemi ini? Apakah melelahkan? Atau banyak aktivitas menyenangkan?
Sebagian Mom mungkin merasa jenuh melakukan aktivitas yang itu- itu saja. Mengajari anak berhitung, menemani anak menggambar, melatih anak membaca dan lain sebagainya. Tapi, bagaimana jika sekarang Mom mulai mencoba reading aloud bersama anak? Pasti menyenangkan lho.
Reading aloud adalah kegiatan membacakan buku dengan cara disuarakan. Meski terbilang sederhana dan mudah dilakukan, ternyata reading aloud atau membaca nyaring ini banyak manfaatnya. Pertama, reading aloud membantu menstimulasi imajinasi anak. Dengan bantuan ilustrasi gambar pada buku, anak akan belajar mengenal tokoh dan memahami alur cerita.
Kedua, ketika Mom membacakan cerita, perbendaharaan kata anak juga akan bertambah. Anak akan menemukan istilah- istilah baru yang belum diketahui sebelumnya.
Ketiga, meningkatkan bonding / kedekatan antara orang tua dan anak. Membacakan buku tidak membutuhkan durasi yang lama, mungkin hanya 15-20 menit saja. Namun, manfaatkan waktu ini untuk lebih mengenal anak. Sembari membacakan buku, sebagai orang tua kita bisa mengamati kesukaan anak- anak kita, melihat ekspresi wajah mereka yang antusias, juga mengajak anak berdiskusi di akhir cerita.
Reading aloud bukan hanya cocok untuk anak yang sudah bisa membaca saja. Bahkan, membacakan buku bisa dimulai sejak anak masih dalam kandungan. Berdasarkan penelitian Professor Minna Huotilainen dari University of Helsinki yang berjudul Prenatal Music Exposure Induces Long-Term Neural Effects ( 2013), ternyata otak janin mampu beradaptasi dengan suara dan bahasa yang ia dengar sejak dalam rahim. Baik dari nyanyian atau ketika diajak berbicara oleh orang tuanya. Sehingga, jika Mom suka membacakan buku untuk anak, hal ini memberi dampak positif untuk perkembangan otak janin di kandungan.
Bagi Mom yang tertarik melakukan reading aloud, berikut ini ada beberapa tips dalam memilih buku yang tepat.
1. Pilih buku cerita bergambar
Ilustrasi gambar akan membantu anak memahami jalan cerita. Selain itu, otak anak juga akan lebih responsif menangkap stimulasi visual untuk melengkapi informasi verbal yang disampaikan lewat kata- kata.
2. Pilih cerita fiksi maupun non fiksi dengan tokoh yang kuat
Ketika memilih buku sesuaikan dengan usia anak. Balita lebih cocok dengan cerita fiksi. Sedangkan anak diatas 5 tahun, bisa memilih cerita fiksi maupun non fiksi. Kenalkan tokoh utama cerita di awal membacakan buku, sehingga anak bisa fokus dengan tokoh tersebut sampai cerita usai dibacakan.
3. Pilih buku dengan teks berukuran besar
Sambil mendengarkan cerita dan melihat gambar, anak juga bisa mengenal huruf- huruf. Bagi anak yang sedang belajar membaca, libatkan juga untuk ikut membaca huruf demi huruf.
Bagaimana Mom, sudah siap reading aloud bersama anak di rumah? Selamat bersenang- senang ya.
Penulis :
Sara Neyrhiza
Pengajar Komunikasi
Bunda Baca Kota Solo 2019
www.neyrhiza.com