Melahirkan Tenang Tanpa Didampingi Pasangan, Ini Tipsnya

Kehamilan dan persalinan memang merupakan pengalaman hidup yang penuh kejutan untuk perempuan. Meski sudah lebih sekali mengalami hamil, tiap perempuan akan mengalami sensasi dan pengalaman yang berbeda. Demikian pula dengan melahirkan. Beruntung bagi perempuan yang bisa melahirkan dengan didampingi pasangan. Namun ada kalanya, pasangan sedang berada di kota atau negara lain, dan tidak memungkinkan untuk mendampingi selama proses persalinan. Padahal, Anda hidup jauh dari kerabat atau orangtua. Jika itu yang mungkin akan Anda lalui, berikut ini tips melahirkan tenang tanpa didampingi pasangan:

  • Siapkan perlengkapan ke RS

Menjelang hari perkiraan lahir (HPL), Anda tentu harus sudah menyiapkan tas berisi pakaian yang sewaktu-waktu bisa langsung dibawa ke rumah sakit. Tak perlu banyak, cukup baju ganti 3 stel, dan pakaian dalam secukupnya. Jika perlu, siapkan juga kudapan kering dalam kemasan, untuk menemani Anda selama menanti proses bukaan lengkap. Jangan lupa pula siapkan surat, kartu atau berkas yang mungkin dibutuhkan untuk mengurus administrasi selama di rumah sakit.

  • Siapkan nomor-nomor telepon penting

Siapkan nomor telepon rumah sakit, intalasi gawat darurat hingga taksi langganan dalam mode fast dial di telepon genggam Anda. Ini sebagai antisipasi kemungkinan Anda mengalami bukaan banyak sementara masih di rumah. Tiap persalinan itu unik dan berbeda. Ada Bumil yang baru kontraksi beberapa kali langsung bukaan 6 hingga tak mampu lagi bergerak, namun ada juga yang mengalami kontraksi dan baru bukaan 1 atau 2 dan masih sanggup berangkat sendiri ke rumah sakit.

  • Ceritakan kondisi Anda

Setiba di rumah sakit, segera sampaikan kondisi Anda pada suster, bahwa proses persalinan Anda tidak akan didampingi oleh pasangan. Dengan demikian, tenaga medis akan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan jika nantinya terjadinya kegawatan selama persalinan. Tetaplah tenang, mintalah khusus seorang suster atau bidan untuk menemani di ruang persalinan sementara menunggu bukaan lengkap. Sebisa mungkin buatlah diri Anda tetap tenang. Ingat, tubuh Anda dirancang untuk menghadapi kelahiran secara alami, kecuali jika memang Anda dijadwalkan menjalani persalinan dengan prosedur bedah caesar.

  • Minta bantuan untuk IMD

Setelah bayi lahir dan dibersihkan, mintalah tenaga medis untuk membantu Anda melakukan inisiasi menyusu dini. Perlu diketahui, meski (IMD) merupakan hal yang didorong dilakukan ibu yang baru melahirkan, namun belum semua tenaga medis memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya IMD. Jika sudah ada kerabat yang datang, Anda bisa meminta roaming in atau rawat gabung (Anda bersama bayi) di kamar perawatan. Hal ini akan membantu meningkatkan bonding dengan bayi, namun tetap perlu orang lain untuk membantu Anda menyusui sewaktu-waktu.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!