Janethes
Janethes

Sosial Media kami:

Membedakan Anak Aktif dengan Anak Hiperaktif

Anak yang sehat dan aktif tentu menjadi dambaan setiap orangtua. Namun ada kalanya, anak aktif justru membuat orangtua kewalahan. Berlarian ke sana ke mari, tidak bisa diam, selalu bikin berantakan rumah. Situasi ini tak jarang membuat orangtua kesal. Bahkan ada orangtua yang mengira keaktifan si kecil merupakan tanda-tanda anak hiperaktif.

Menurut para pakar tumbuh kembang anak, usia bawah lima tahun (Balita) merupakan masa di mana anak mengalami pertumbuhan pesat dalam hal kemampuan motorik. Akibatnya, anak jadi susah diam, senang bergerak dan bereksplorasi. Anak dengan kecerdasan gerak tubuh (kinestetik) yang baik, aktivitas motorik kasar dan motorik halusnya tampak menonjol. Anak akan lihai melakukan berbagai aktivitas, seperti melompat, berlari dan sebagainya. Begitu pun motorik halusnya. Mereka mampu dengan terampil mengancingkan baju atau menalikan sepatunya.

Kondisi ini berbeda dengan anak hiperaktif. Menurut para ahli, hiperaktif merupakan ketidakmampuan anak untuk berdiam dalam waktu lama, terutama saat mengerjakan tugas yang harus diselesaikan dengan duduk. Anak hiperaktif juga mudah gelisah, berkeliaran di dalam sebuah ruang, suka berjalan atau berlari tanpa tujuan yang jelas, berbicara berlebihan. Perhatiannya mudah bergeser dari satu hal ke hal lain. Mereka umumnya juga kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan, destruktif, cenderung membahayakan dirinya maupun orang lain.

Pada anak hiperaktif, saat diminta melakukan suatu hal, tidak bisa selesai tuntas karena konsentrasinya mudah terpecah. Normalnya, rentang konsentrasi anak usia prasekolah minimal 10 menit. Sementara pada anak hiperaktif, daya konsentrasinya kurang dari 5 menit. Jika diberi suatu kegiatan dia mudah berpindah pada kegiatan lain. Contoh, ketika bermain balok susun, anak tak akan tahan duduk lama. Baru sebentar, ia sudah berpindah lagi pada aktivitas lain sehingga balok susunnya tidak berbentuk apa pun.

Sementara anak dengan kecerdasan gerak tubuh yang baik, gerakan tubuhnya terarah dan memiliki tujuan. Seperti telah disebut di atas, ia pandai menirukan suatu gerakan. Anak juga bisa diarahkan dan mampu mengikuti aturan. Jika diminta duduk diam, anak akan melakukannya. Saat diberikan permainan balok susun, anak akan mengerjakannya dengan berkonsentrasi dan menuntaskannya. Jadi, orangtua perlu benar-benar mengamati aktivitas anak, agar tak salah mengklaim anak yang aktif sebagai anak hiperaktif.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!

Artikel Terkait Pendidikan

  • Momentum Kecil Ini Bisa Bikin Anak Bahagia

    Momentum Kecil Ini Bisa Bikin Anak Bahagia

    Orangtua mana sih yang tidak ingin anaknya bahagia? Pada umumnya, baik ayah maupun ibu, pasti ingin senantiasa bisa membuat buah hati tercinta merasa bahagia. Ya, kebahagiaan bahkan menjadi salah satu...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Mei 3, 2021
  • Tetap Ceria Meski Tak Mudik Lebaran, Ini Caranya!

    Tetap Ceria Meski Tak Mudik Lebaran, Ini Caranya!

    Sama halnya dengan Lebaran tahun lalu, tahun ini pemerintah kembali memberlakukan larangan mudik mengingat pandemi Covid-19 yang hingga kini masih berlangsung. Dengan adanya kebijakan tersebut, tentu...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 30, 2021
  • Ide Hadiah untuk Anak yang Tuntas Puasa Ramadhan

    Ide Hadiah untuk Anak yang Tuntas Puasa Ramadhan

    Saat melatih anak untuk ikut berpuasa di bulan Ramadhan, terkadang ada orangtua yang menjanjikan akan memberikan hadiah jika si anak bisa menjalani puasanya sampai tuntas. Cara ini biasanya dilakukan...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 30, 2021
  • Tips agar Anak Ikut Menjaga Lingkungan Sehat

    Tips agar Anak Ikut Menjaga Lingkungan Sehat

    22 April diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia (Earth Day). Melalui momentum tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan hidup, termasuk anak-...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 30, 2021
  • Merawat Rambut Keriting Anak agar Tetap Sehat

    Merawat Rambut Keriting Anak agar Tetap Sehat

    Anak yang punya rambut keriting itu terlihat unik ya, Ayah-ibu? Tak jarang ia membuat orang yang melihatnya jadi gemas karena penampilan rambutnya tersebut.  Ada beberapa tipe rambut keriting, di...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 26, 2021

Artikel Populer