Metode pengobatan homeopati mungkin belum terlalu akrab di telinga masyarakat Indonesia. Meski demikian, di kota besar seperti Jakarta sudah dapat dijumpai klinik yang menawarkan pengobatan dengan metode homeopati. Apa dan bagaimana sebenarnya metode homeopati? Homeopati merupakan suatu metode pengobatan alternatif yang mulai dikembangkan di Eropa sejak akhir tahun 1700-an. Penemu metode ini adalah Samuel Hahnemann, seorang ahli kesehatan dari Jerman. Prinsip pengobatan homeopati adalah penggunaan larutan dari bahan alam, yang berasal dari tumbuhan, hewan maupun mineral, yang kemudian diencerkan hingga dosis yang sangat rendah. Hal ini berkebalikan dengan pengobatan medis saat itu yang dirasakan terlalu keras.
Homeopati berasal dari kata Yunani homoios dan pathos. Homoios berarti serupa, sedangkan pathos adalah derita atau penyakit. Metode ini didasarkan pada prinsip, unsur yang menyebabkan sakit juga bisa menyehatkan. Homeopati meyakini tubuh manusia memiliki sistem dan tenaga penyembuh alami untuk dirinya. Obat homeopati bekerja menyeimbangkan sistem penyembuh alami sekaligus merangsang daya imun tubuh. Biasanya, homeopati digunakan untuk mengobati berbagai jenis kondisi yang sangat luas. Mulai dari asma, alergi, infeksi telinga, radang sendi, penyakit kulit, tekanan darah tinggi, hingga masalah kesehatan metal seperti setress, depresi dan kecemasan.
Meski telah banyak digunakan di negara-negara Eropa, metode homeopati masih diperdebatkan sejumlah kalangan dunia medis. Menurut sejumlah praktisi medis, prinsip pengobatan homeopati sebenarnya bukan untuk mengatasi atau mengobati penyakitnya melainkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika daya tahan sudah baik, dengan sendirinya tubuh akan melawan penyakit tersebut. Karena itu homeopati juga sering disebut sebagai terapi, bukan pengobatan. Di dunia kedokteran, homeopati sering digunakan sebagai pelengkap (komplementer).
Kendati tidak efektif untuk pengobatan, umumnya obat-obatan homeopati aman, dan risiko efek samping yang serius dari penggunaannya juga relatif kecil, meski ada juga beberapa zat yang dapat mengganggu kesehatan. Boldsky.com pernah merilis, beberapa kekurangan dari terapi homeopati di antaranya, memicu overdosis, terkait tidak adanya standar baku penggunaan bahan atau obat saat terapi. Homeopati hanya bekerja pada penyakit tertentu. Untuk kondisi yang lebih serius, seperti penanganan yang seharusnya ditangani dengan operasi, terapi dengan homeopati sangatlah berisiko. Tidak efektif untuk semua orang adalah kekurangan lain dari homeopati. Pasien dengan kondisi penyakit kronis yang menjalani pengobatan homeopati justru mengulur-ngulur waktu untuk mendapatkan kesembuhan. Karena itu, penting kiranya untuk berkonsultasi dengan dokter berkompeten jika Anda mempertimbangkan untuk menjalani terapi homeopati.