Menjadi Relawan di Masa Pandemi, Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini

Sejak awal hingga pertengahan tahun ini, dunia menghadapi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi seluruh hajat hidup manusia.  Tidak ada satu pun negara yang benar-benar siap menghadapi sebaran penyakit yang disebabkan oleh virus Corona-2 ini. Hal ini dikarenakan virus Corona-2 yang memang merupakan virus baru, dan masih terus dipelajari oleh para peneliti dan ahli kesehatan. Berbagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini dilakukan, baik melalui kebijakan pemerintah, hingga seruan untuk keterlibatan masyarakat di level bawah.

Di masa seperti ini, kerja-kerja kerelawanan sangat dibutuhkan. Dapat kita saksikan di media sosial, berbagai gerakan kerelawanan untuk meringankan efek Covid-19 dilakukan di berbagai daerah. Ada yang membuka dapur umum, atau memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19, memberi pelatihan kerja, relawan yang fokus pada pengembangan skill kewirausahaan, dan massih banyak lagi Pandemi belum juga berakhir, dan jika Anda berniat menjadi relawan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan:

  • Sesuai kondisi

Pilihlah kerja kerelawanan yang sesuai dengan kondisi Anda. Menjadi relawan tidak harus selalu turun ke lapangan, seperti menjadi relawan kesehatan, atau memberikan bantuan masker dan sembako di jalan-jalan. Menjadi relawan TI (teknologi informasi) juga bisa Anda lakukan. Misalnya, dengan ikut menyebarkan info-info penting terkait Corona-2 dan Covid-19 melalui kanal-kanal media sosial Anda. Tentu saja informasi yang dibagikan yang telah teruji kebenarannya.

  • Pertimbangkan konsekuensi

Pertimbangkan risiko dan konsekuensi  yang mungkin Anda alami. Menjadi relawan TI tentu tidak terlalu berisiko ketimbang relawan yang langsung terjun ke lapangan. Anda perlu menimbang risikonya jika Anda memustukan menjadi relawan lapangan. Baik itu risiko kesehatan,  konsekuensi ekonomi dan lain-lain.

  • Persetujuan anggota keluarga

Pastikan aktivitas kerelawanan Anda diketahui dan mendapat persetujuan dari seluruh anggota keluarga. Apalagi jika Anda memutuskan untuk menjadi relawan kesehatan yang berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19.  Pastikan seluruh anggota keluarga paham dengan risiko yang Anda hadapi. Bisa jadi Anda tidak bisa pulang selama berbulan-bulan, hingga risiko terpapar virus dan terjangkit Covid-19.

  • Disiplin

Berdisiplin diri adalah kunci sukses menjadi relawan. Menjadi relawan tidak bisa hanya berbekal rasa welas asih dan keberanian semata. Terutama untuk pandemi ini, risiko tertular bagi relawan lapangan menjadi lebih besar. Pastikan Anda berdisiplin dengan protokol kesehatan selama Anda melakukan kerja-kerja kemanusiaan di lapangan. Jaga kesehatan, kebersihan dan imunitas tubuh.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!