Menumbuhkan Kepekaan Sosial pada Anak

Banyak faktor yang mempengaruhi gaya hidup manusia zaman sekarang. Salah satunya kecanggihan teknologi yang mampu memanjakan kehidupan kita. Dengan bantuan teknologi, banyak hal yang kita butuhkan seringnya bisa langsung kita dapatkan dengan mudah dan cepat, bahkan tanpa perlu banyak interaksi dengan orang lain. 

Tapi di antara banyak manfaat tersebut, tanpa kita sadari di sisi lain justru mengikis rasa kepekaan sosial dari dalam diri kita dan menumbuhkan rasa tidak lagi membutuhkan orang lain. Akibatnya, kita cenderung tidak lagi memiliki kepedulian kepada orang lain dan keberadaan mereka. Tentunya dampak negatif itu ingin kita hindari bukan? Jangan sampai itu kita alami, terlebih pada anak-anak kita. 

Memiliki anak dengan kepekaan sosial yang tinggi, seperti senang menolong temannya yang mengalami kesulitan, mematuhi peraturan, peduli pada kebersihan lingkungan di sekitarnya, dan sebagainya, tentu tetap menjadi harapan bagi banyak orang tua. 

Tapi kepekaan sosial bukanlah karakter bawaan yang langsung dimiliki seseorang dari lahir. Sikap tersebut harus ditumbuhkan dan dilatih, bahkan sejak sedini mungkin. Bagaimana caranya? Berikut yang bisa Ayah-Ibu coba lakukan untuk menumbuhkan rasa kepekaan sosial pada anak-anak: 

  • Orangtua sebagai contoh
    Ayah-Ibu akan selalu menjadi teladan utama bagi anak-anaknya. Maka mulailah dari diri sendiri untuk mencontohkan sikap kepekaan sosial ini kepada anak-anak, misalnya dengan senantiasa berperilaku peduli kepada orang lain, senang membantu orang lain yang membutuhkan, peduli lingkungan, dan sebagainya. 
  • Mengenal keluarga dan lingkungan rumah
    Penting bagi orang tua untuk mengenalkan lingkungan keluarga sendiri maupun lingkungan sekitar rumah atau tempat tinggalnya. Meskipun terlihat sepele, ini penting untuk menumbuhkan kepedulian anak terhadap orang-orang di sekitarnya, terutama keluarganya sendiri. Kalau sampai anak tidak mengenal keluarga atau orang lain di sekitar rumah, bagaimana anak akan peduli terhadap mereka?
  • Libatkan anak dalam kegiatan sosial
    Ajaklah anak-anak untuk mengikuti berbagai kegiatan sosial, misalnya memberi santunan kepada anak-anak yatim/piatu atau bantuan kepada warga tidak mampu. Juga dalam kegiatan kemasyarakatan, misalnya dalam kegiatan kerja bakti, acara di lingkungan tempat tinggal, atau kegiatan lainnya. 
Suka artikel ini? Ayo bagikan!