Metode Kontrasepsi untuk Laki-Laki, dari Pil hingga Vasektomi

Tidak hanya perempuan, upaya untuk mencegah kehamilan (kontrasepsi) juga bisa dilakukan oleh pihak laki-laki. Meski pilihan alat kontrasepsi laki-laki lebih sedikit ketimbang alat yang bisa dipakai perempuan, namun tidak ada salahnya laki-laki pun turut andil dalam upaya mengatur jarak kehamilan. Ada berbagai hal yang perlu Anda tahu tentang metode kontrasepsi untuk laki-laki:

  • Pil

Sama halnya untuk perempuan, pil kontrasepsi juga ada yang untuk pengguna laki-laki. Pil kontrasepsi untuk laki-laki, mengandung senyawa peptida yang bekerja dengan cara menghentikan pergerakan sperma sebelum mencapai ke sel telur. Berbeda dengan wanita, pil kontrasepsi pria perlu dikonsumsi sebelum berhubungan intim dengan pasangan. Karena itu, kesuburan laki-laki akan otomatis kembali saat ia tidak mengonsumsinya. Meski pun, pil ini sangat digunakan sebagai metode kontrasepsi laki-laki.

  • Kondom

Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi laki-laki yang paling umum digunakan. Selain berfungsi untuk menampung sperma agar tidak memasuki rahim, kondom juga melindungi dari penyakit menular seksual seperti klamidia dan herpes. Agar fungsi kontrasepsinya bekerja maksimal, pemasangan kodom harus diperhatikan. Sebab, kondom yang tidak terpasang dengan benar, bisa menyebabkan kehamilan. Kondisi dan kualitas kondom juga mesti menjadi perhatian, agar terhindar dari kebocoran yang berakibat kehamilan tak terencana.

  • Coitus

Senggama terputus atau coitus interuptus merupakan teknik kontrasepsi yang juga bisa dilakukan laki-laki. Caranya adalah dengan mencabut penis dari liang vagina, sesaat sebelum terjadinya ejakulasi saat bersenggama. Efektivitas metode ini tergantung pada apakah sudah dilakukan dengan benar atau tidak. Karena jika tidak, kehamilan masih mungkin terjadi. Laki-laki harus segera mengeluarkan penis agar tidak ada sperma yang masuk atau di dalam vagina pasangan saat bersenggama.

  • Vasektomi

Vasektomi atau sterilisasi laki-laki, dilakukan dengan cara memotong dan menutup saluran dari testis, tempat diproduksinya sperma. Metode ini merupakan cara kontrasepsi yang paling efektif sebagai kontrasepsi laki-laki. Kelebihan lainnya, vasektomi lebih murah dan tidak akan memengaruhi ejakulasi dan gairah seks. Meski demikian, metode ini hanya disarankan untuk pasangan yang benar-benar sudah tidak ingin lagi menambah anak.

  • Suntik

Suntik testosteron, bertujuan untuk meminimalisir atau menghilangkan jumlah sperma. Hasil penelitian menunjukkan, laki-laki yang melakukan suntik testosteron tidak mampu membuahi pasangannya. Meski demikian, ada efek samping dari metode ini yaitu munculnya jerawat dan gangguan libido. Pada dasarnya, tiap metode kontrasepsi memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Anda dan pasangan perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan alat kontrasepsi yang cocok dan efektif digunakan.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!