Panduan untuk Orangtua tentang Akses Gadget pada Anak

Tahukah Ibu? Sebuah penelitian menyebutkan delapan dari 10 orang merasa sangat panik dan merasa sangat gelisah jika gadget tertinggal ataupun tidak terbawa ketika dia beraktivitas di luar rumah. Walaupun sebenarnya tanpa smartphone mereka tetap bisa beraktivitas. Hal tersebut disebut nomophobia (no mobile phobia), salah satu pertanda awal dari kecanduan gadget.

Nah kecanduan gadget juga bisa terjadi pada anak lho. Dampaknya selain mengganggu kesehatan fisik anak, juga bisa mengganggu kesehatan mentalnya, sehingga akan mengancam masa depan anak tersebut. Psikolog Evi Setyaningsing MPsi dalam seminar parenting di Solo memaparkan sejumlah hal yang bisa dilakukan orangtua sehubungan dengan akses gadget bagi anak. Evi memberikan panduan yang didasarkan pada tingkat usia,

  • Usia 0-2 sebaiknya anak dijauhkan dari gadget sama sekali.
  • Usia 5 tahun, anak bisa diberikan akses gadget sebagai sarana untuk pengenalan pengenalan warna, bentuk, dan suara.
  • Usia 13 tahun, anak bisa mulai dikenalkan dengan social media (sosmed) namun dengan pendampingan.
  • Usia 17 tahun barulah idealnya anak diperbolehkan mengakses Youtube. Bila anak belum mencapai usia itu, anak bisa diberikan akses Youtube Kids atau bisa diberikan Youtube namun sebelumnya orangtua harus mengatur akun Youtube dengan setting mode terbatas.

Sementara orangtua juga berperan membatasi waktu saat anak mengakses gadget. Ini juga disesuaikan dengan tingkat usia, sebagai berikut:

  • Usia 0-2 tahun, jauhkan anak dari gadget sama sekali.
  • Usia 2-13 tahun, anak boleh mengakses gadget tapi maksimal 20 menit saja per hari.
  • Usia 13-17 tahun anak boleh mengakses gadget maksimal 2 jam per hari. Itu sudah termasuk surfing, sosmed, game edukasi. Sebagai catatan¬† konten yang disakses tidak boleh ada unsur agresivitas dan pornografi.

Peran orangtua dalam penggunaan gadget pada anak sangatlah penting. Saat anak mengakses gadget, orangtua sebaiknya mendampingi. Pilihkan konten yang mendidik. Berikan  penjelasan setiap anak bertanya, sehingga anak tidak mencari sumber jawaban lain yang tidak termonitor.

Yang juga tak kalah penting bagi orangtua adalah orangtua harus menjadi contoh yang benar dalam pemakaian gadget. Stop penggunaan gadget ketika makan bersama, berkendara, menonton TV, beribadah dan bertamu.

Orangtua jangan main gadget di depan anak, apalagi  asyik bermain saat anak ingin berkomunikasi. Orangtua jangan sampai membuka dan menyimpan konten porno dalam gadget termasuk laptop dan komputer. Manfaatkan gadget hanya sebagai sarana yang positif.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!