Janethes
Janethes

Sosial Media kami:

Penerapan Rangking di Sekolah, Apa Plus-Minusnya?

Pertanyaan “Anak saya rangking berapa ya?”, masih sering dilontarkan para orang tua kepada wali kelas atau guru anaknya di sekolah saat momentum pengambilan rapot di kelas. Ya, saat ini mulai banyak sekolah yang tidak lagi menerapkan sistem rangking dalam penilaian terhadap siswa-siswanya. Khususnya sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013. Penilaian kini tidak hanya fokus dan dititikberatkan pada sisi akademis dalam wujud nilai, melainkan mencakup tiga aspek yakni sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 

Namun pada kenyataannya, masih banyak orang tua yang menganggap penting pencantuman rangking anak di kelas. Bahkan ada yang menuntut agar sistem tersebut tetap diterapkan. Alasannya, dengan adanya rangking tersebut para orang tua akan dapat mengetahui level prestasi anak-anaknya. Peringkat anak di kelas masih sering dianggap bisa menjadi tolak ukur keberhasilan anak dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. 

Penerapan sistem rangking memang ibarat dua sisi mata uang karena memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Nah, ada baiknya kita mengetahui apa saja sih plus-minus sistem tersebut  Beberapa di antaranya bisa disimak berikut ini: 

  • Motivasi
    Bila dilihat dari kelebihannya, sistem rangking ini bisa memotivasi anak untuk terus meningkatkan prestasinya di sekolah. Anak-anak dengan rangking tinggi di kelas akan berusaha untuk mempertahankan prestasinya agar tidak turun dengan terus belajar, sedangkan untuk anak yang peringkatnya masih berada di bawah akan terpacu semangat belajarnya lebih giat lagi agar ke depan atau semester berikutnya bisa meraih prestasi lebih baik dari sebelumnya. 
    Tapi di sisi lain, dengan adanya target untuk bisa mencapai peringkat tertentu di kelas justru bisa membebani anak lho! Ketika anak ternyata gagal mencapai target tersebut, bisa jadi anak akan merasa sangat kecewa, yang justru bisa berimbas turunnya semangat belajar anak. 
  • Bimbingan guru
    Dengam sistem rangking, guru dapat lebih mudah untuk mengelompokkan siswa yang ointar dan kurang pintar sehingga kelas menjadi lebih homogen dan memudahkan guru untuk menyesuaikan metode yang akan diterapkannya agar sesuai daya tangkap kelompok siswa tersebut. Guru dapat memberikan bimbingan lebih kepada siswa yang kurang pintar agar bisa mengejar ketertinggalannya. Namun di sisi yang lain, pengelompokan ini juga berdampak buruk karena dapat memunculkan diskriminasi terhadap anak. Ada semacam pelabelan dan membanding-bandingkan, antara anak pintar dan anak bodoh. Kondisi ini justru bisa berimbas pada anak-anak itu sendiri.
  • Kompetisi

Penerapan sistem rangking dapat menumbuhkan jiwa kompetitif pada anak. Diharapkan kelak di masa depannya anak akan terbiasa menghadapi tantangan persaingan dalam kehidupannya. Namun sayangnya jika ini tidak dikemas dengan baik, kompetisi ini justru akan memberi dampak buruk. Dengan ambisi meraih nilai tinggi demi bisa menjadi yang tertinggi, anak hanya akan berorientasi pada hasil tanpa memperhatikan prosesnya. Ambisi tersebut bisa saja mendorong anak melakukan apa pun demi mendapat nilai bagus, bahkan meski harus dengan mencontek. Alih-alih menumbuhkan kompetisi yang sehat dan sportif, suasana sekolah justru bisa menjadi sengit dengan persaingan antarsiswa maupun antarkelompok siswa. Tidak tertutup kemungkinan akan memunculkan sikap saling bermusuhan, saling menjatuhkan, menghilangkan rasa kekeluargaan dan enggan bekerja sama dalam kegiatan lain di luar akademis. 

Suka artikel ini? Ayo bagikan!

Artikel Terkait Pendidikan

  • Anak Bau Badan? Coba Tips Ini Yuk!

    Anak Bau Badan? Coba Tips Ini Yuk!

    Senangnya bila melihat si kecil sehat dan aktif. Ia suka sekali bergerak, bermain, berlarian, dan melakukan banyak aktivitas sepanjang hari dengan ceria dan penuh semangat. Tapi ketika segudang aktivi...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 10, 2021
  • Atasi Rambut Rontok Ibu Menyusui dengan Ini

    Atasi Rambut Rontok Ibu Menyusui dengan Ini

    Masalah kerontokan rambut selepas melahirkan atau pada masa-masa menyusui si kecil bisa menjadi kekhawatiran tersendiri bagi ibu. Apalagi jika rambut rontok parah. Hampir setiap kali tubuh bergerak, r...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 10, 2021
  • Anak Tidak Suka Makan Nasi? Makanan Ini Bisa Jadi Gantinya

    Anak Tidak Suka Makan Nasi? Makanan Ini Bisa Jadi Gantinya

    Bagi mayoritas orang Indonesia, nasi biasanya menjadi salah satu menu yang wajib ada untuk dikonsumsi setiap hari. Bahkan ada yang menganggap belum makan jika seharian belum makan nasi.  Tapi bag...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 1, 2021
  • Ide Quality Time Buat Keluarga Muda

    Ide Quality Time Buat Keluarga Muda

    Ayah seharian sibuk bekerja. Ibu mungkin juga harus bekerja, atau jika tidak, biasanya sudah repot dengan urusan pekerjaan rumah. Sementara anak-anak juga asyik dengan kegiatan masing-masing. Satu sam...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 1, 2021
  • Pentingnya Quality Time untuk Perkembangan Mental Anak

    Pentingnya Quality Time untuk Perkembangan Mental Anak

    Ayah-Ibu termasuk orangtua yang super sibuk? Tuntutan pekerjaan, mengikuti berbagai kegiatan organisasi di masyarakat, atau tugas-tugas lain di luar rumah begitu menyita waktu Anda, sehingga waktu yan...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Maret 31, 2021

Artikel Populer