Penyebab ASI tidak Cepat Keluar

Normalnya ibu melahirkan akan mengeluarkan air susu ibu (ASI) pada hari kedua atau ketiga pascamelahirkan. Namun sejumlah ibu mengalami keterlambatan mengeluarkan ASI. Bahkan ada juga ibu yang ASI-nya tak keluar sama sekali. Mengapa ini bisa terjadi, dan bagaimana solusinya?

Ibu, beberapa hal berikut ini bisa menjadi penyebab ASI terlambat atau tidak keluar:

  1. Stres

Ketika tubuh mengalami stres/tekanan psikis, fungsi organ-organ dalam tubuh tidak sebaik dalam kondisi normal. Itulah mengapa stres bisa memicu semua masalah kesehatan termasuk produksi ASI yang terlambat ataupun tidak berproduksi sama sekali. Oleh karena itu usahakan untuk rileks. Bisa dengan minta bantuan pasangan atau orang lain memecahkan persoalan-persoalan yang membuat stres.

  • Masalah hormonal

Hormon estrogen dan progesteron menstimulasi perkembangan payudara saat masa pubertas dan kehamilan. Hormon prolaktin berkontribusi selama kehamilan dalam produksi ASI bersama insulin dan kortisol. Hormon oksitosin mendorong keluarnya ASI melalui kelenjar. Keseimbangan hormon diatur oleh kelenjar tiroid yang ada di leher. Bila tiroid tidak berfungsi sebagaimana mestinya, akan terjadi ketidakseimbangan hormon. Ketidakseimbangan hormon akan memicu produksi ASI yang sedikit atau bahkan berproduksi tidak sama sekali. Dokter akan memberikan obat-obatan ataupun rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan bila ini terjadi.

  • Penggunaan alat kontrasepsi

Sebagian perempuan pernah menggunakan alat kontrasepsi. Ini bisa memicu terjadinya ketidakseimbangan hormon. Ada yang langsung menggunakan alat kontrasepsi begitu melahirkan. Ketika produksi ASI terhambat karena terjadi ketidakseimbangan hormon akibat penggunaan alat kontrasepsi, maka solusinya adalah berhenti menggunakan alat kontrasepsi tersebut.

  • Konsumsi obat-obatan/herbal tertentu

Konsumsi obat-obatan baik jenis farmasi ataupun herbal juga bisa menyebabkan terhambatnya produksi ASI. Bila diketahui memang obat-obatan yang memicu terhambatnya produksi ASI, solusinya adalah berhenti mengkonsumsi obat-obatan/herbal tersebut.

  • Masalah kesuburan

Masalah kesuburan kadang terjadi pada perempuan. Ada yang harus menjalani perawatan kesuburan untuk bisa hamil. Bila akhirnya dia bisa hamil, bukan berarti masalah kesuburannya hilang sama sekali. Kadang efek yang terjadi adalah terhambatnya produksi ASI. Bila ada indikasi ini terjadi, konsultasi dengan dokter adalah solusi terbaik. Bersama dokter, temukan cara untuk membuat produksi ASI lancar.

  • Ada penyakit/kelainan

Terhambatnya produksi ASI bisa disebabkan adanya penyakit dan kelainan. Contohnya perempuan dengan insufficient glandular tissue atau mammary hypoplasia, kelainan di mana dia tidak mengalami banyak perubahan selama pubertas dan kehamilan. Ada juga perempuan yang mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS), kondisi yang menyebabkan banyak jenis penyakit. Perempuan dengan PCOS, apabila hamil bisa mengalami masalah terhambatnya produksi ASI. Konsultasi dengan dokter ataupun ahli laktasi adalah solusi terbaik.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!