Pesan Nicholas Saputra untuk Anak-Anak & Remaja: Jangan Abaikan Perasaanmu

Era new normal atau pola hidup baru saat ini memang telah dijalankan masyarakat di tengah wabah virus corona yang masih melanda. Namun ketidakpastian kapan musim pandemi covid-19 ini akan berakhir tetap saja menimbulkan ketidaknyamanan bagi hampir semua orang dalam menjalani kehidupan baru tersebut. 

Banyak orang yang masih diliputi rasa cemas, khawatir, takut, dan sedih akan kemungkinan terpapar infeksi virus corona serta dampak lain dari situasi ini, terlebih untuk jangka panjangnya. Masih tidak diketahui secara pasti apa yang akan terjadi setelah ini. Sementara di sisi lain, semua orang harus tetap melanjutkan hidup sekaligus memenuhi berbagai kebutuhannya. 

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan remaja juga berpotensi mengalami stres dan rasa tertekan akibat merasakan dampak dari wabah penyakit ini. Kondisi tersebut bisa mempengaruhi sisi psikologis anak hingga mengganggu kesehatan mentalnya.

Hal ini seperti yang dikemukakan Duta Unicef untuk Indonesia, Nicholas Saputra sebagaimana mengutip dari covid19.go.id. Nicholas menyebutkan pandemi covid-19 telah memengaruhi anak-anak dalam banyak hal, seperti tidak bisa ke sekolah, harus tetap di rumah, jatuh sakit, bahkan melihat langsung orang tua yang diputus hubungan kerjanya (PHK). Banyak anak yang tidak berdaya dan menjadi khawatir, sedih, kecewa, bahkan marah. 

Menurutnya perasaan demikian cukup wajar karena efek pandemi yang belum juga berakhir. Namun ia pun menyatakan agar jangan mengabaikan perasaan tersebut. Nicholas mengingatkan semua, terutama anak-anak, agar tetap menjaga dan memperhatikan kesehatan mental selama pandemi ini dengan beberapa cara ini: 

  • Tetap beraktivitas di rumah
    Di rumah, anak-anak tetap perlu melakukan aktivitas rutinnya, misalnya mengerjakan tugas-tugas dari guru sekolah, termasuk membantu teman mengerjakan pekerjaan rumah (PR) secara daring (dalam jaringan), membantu pekerjaan orang tua di rumah, olahraga, atau kegiatan lain yang disukai.
  • Tetap berkomunikasi
    Menurut Nicholas, kita akan merasa lebih baik jika kita berkomunikasi dengan orang yang kita cintai meskipun tidak selalu bisa bertemu langsung melainkan dengan cara daring. 
  • Minta pertolongan
    Ketika merasa teramat sedih, takut, khawatir sehingga mengganggu aktivitas, bahkan timbul keinginan menyakiti diri sendiri atau orang lain, sebaiknya minta pertolongan kepada orang yang dipercayai. Misalnya kepada kawan baik, saudara, orang tua, atau tenaga kesehatan. Atau bila memang diperlukan bisa menghubungi layanan sejiwa di nomor 119 ekstensi 8 atau hubungi pelayanan sosial anak di 1500771.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!