Belakangan ini sekolah dengan sistem full day makin banyak ditawarkan dunia pendidikan. Jenjangnya pun dimulai dari usia dini-sejak PAUD hingga sekolah menengah atas (SMA). Dua faktor utama yang mendorong orangtua memasukkan anak ke sekolah full day umumnya adalah faktor prestasi dan keleluasaan waktu. Orangtua mendorong prestasi anak dengan mengikuti jam aktivitas di sekolah yang lebih panjang. Sementara soal keleluasaan waktu biasanya dibutuhkan oleh pasangan orangtua yang sama-sama bekerja. Pilihan antara full day school atau sekolah reguler seharusnya diambil dengan pertimbangan yang matang.
Full day school berarti sekolah sepanjang hari, biasanya dari pukul 07.00 hingga 16.00 atau bahkan lebih. Durasinya lebih panjang ketimbang sekolah reguler yang berdurasi pagi hingga siang hari saja. Tipe anak aktif, dengan kemampuan berkonsentrasi tinggi serta kondisi fisik bagus bisa disekolahkan di full day school. Sementara anak berkarakter tertutup, fisik cenderung lemah lebih disarankan masuk sekolah reguler karena sekolah model ini tidak terlalu menguras energi.
Dari segi biaya, tentu ada perbedaan signifikan antara full day school dengan sekolah reguler. Full day school biasanya memiliki program kegiatan yang lebih banyak dan lebih variatif ketimbang sekolah reguler. Karena itu biaya yang dipungut lebih besar ketimbang sekolah reguler. Meski demikian, orangtua tetap perlu memperhatikan fasilitas dan sarana pendukung kegiatan. Contohnya, untuk anak usia prasekolah dengan sistem full day, biasanya juga diisi kegiatan makan dan tidur siang bersama. Anda perlu memeriksa, bagaimana fasilitas untuk tidur siang juga makannya.
Terbatasnya waktu anak selepas sekolah juga harus menjadi pertimbangan. Menghabiskan waktu sejak pagi hingga pukul 16.00 atau bahkan lebih tentu menghalangi si kecil bermain dengan anak-anak di sekitar rumah. Berbeda jika si kecil bersekolah di sekolah reguler. Waktu untuk bermain bisa lebih fleksibel. Anak full day school otomatis akan mengalami keterbatasan waktu untuk berinteraksi dengan lingkungan rumah dan sekitarnya. Antisipasi kelelahan dan kebosanan perlu dilakukan untuk siswa full day school. Meski kegiatan variatif dan dirancang sedemikian rupa, menghabiskan waktu yang panjang di sekolah, selama satu tahun ajaran penuh bukanlah hal yang ringan untuk anak-anak. Berbeda dengan anak sekolah reguler yang tidak terlalu ketat secara waktu dan tekanan kegiatan. Lepas dari semua pertimbangan itu, orangtua tidak boleh memutuskan sepihak saat memilih sekolah untuk si kecil. Orangtua perlu memberi wawasan tentang kualitas sekolah kepada si kecil. Anak perlu ikut memilih dan memutuskan sekolah tanpa paksaan, agar kelak mereka bisa bersekolah dengan rasa senang dan bahagia.