Risiko dalam Pernikahan Jarak Jauh

Karir dan pekerjaan biasanya menjadi alasan utama bagi sejumlah pasangan menikah yang memutuskan untuk menjalani kehidupan pernikahan jarak jauh atau long distance marriage (LDM). Demi mencari nafkah dan mewujudkan cita-cita, impian, dan harapan agar kelak keluarga tercinta memiliki masa depan yang cerah dan lebih baik, beberapa pasangan suami-istri rela melakoni hidup saling terpisah jarak dan waktu. 

Namun keputusan untuk LDM memiliki banyak konsekuensi. Perjuangan dalam pernikahan ini sudah pasti lebih berat dibandingkan dengan pernikahan biasa yang bisa dinikmati pasangan menikah tanpa harus hidup terpisah. Butuh kesiapan mental, komitmen yang kuat, kesepakatan, dan kedewasaan sikap agar suami-istri yang menjalani LDM mampu menghadapi berbagai risiko, di antaranya seperti berikut ini: 

  • Dilanda kesepian

Risiko menjalani LDM adalah baik suami atau istri kerap dilanda rasa rindu, sedih, hingga kesepian, karena yang terkasih tidak bisa selalu berada di sisi untuk menemani hari-hari yang dilalui. Baik suami atau istri harus sering menjalani aktivitasnya sehari-hari sendiri, tanpa didampingi atau dibantu pasangan. Meskipun teknologi saat ini sangat membantu dalam menjalin komunikasi setiap hari, tetap saja tidak bisa menggantikan kehadiran fisik pasangan. 

  • Cemburu berlebihan

Pada situasi dan kondisi tertentu, LDM bisa memunculkan perasaan-perasaan negatif misalnya rasa khawatir terhadap pasangan yang berada jauh di sana, ada rasa curiga, cemburu yang berlebihan hingga tahap posesif. Jika tidak disikapi dengan bijaksana dan dewasa, semua perasaan tersebut berisiko menimbulkan permasalahan bagi hubungan keduanya. 

  • Rawan perselingkuhan 

Kesetiaan suami atau istri akan diuji saat jauh dari pasangannya. Walaupun pada pernikahan biasa tidak tertutup kemungkinan bisa saja terjadi perselingkuhan, risiko ini jauh lebih besar bisa menimpa hubungan LDM. Kehadiran orang ketiga dalam keseharian suami atau istri yang sedang jauh dari pasangan, harus diwaspadai dan lebih baik dihindari. 

Jadi, apakah Anda siap dengan risiko-risiko di atas?

Suka artikel ini? Ayo bagikan!