Tak sedikit orang yang tidak menyadari dirinya buta warna, apalagi anak-anak. Padahal mengetahui ini sangat penting, mengingat banyak profesi yang tidak menampung orang dengan kelainan buta warna. Bila sejak awal orangtua mengetahui anaknya buta warna akan lebih bijak bersikap dan membantu mengarahkan cita-citanya.
Sebelum pergi ke dokter anak melakukan tes buta warna, sebenarnya orangtua bisa kok melakukan sendiri tes untuk mengetahui apakah anak buta warna atau tidak. Caranya bisa dengan melakukan permainan atau kegiatan yang melibatkan benda dengan banyak warna yang berbeda. Misalnya main bola warna warni. Ada merah, kuning, hijau, biru, orange dan sebagainya. Permainan ini juga sekaligus bisa mengenal penamaan warna.
Pertama beritahu mana bola kuning, mana biru dan yang lainya. Lalu mintalah anak untuk mengambil bola kuning, selanjutnya biru, lalu merah dan seterusnya. Itu diulang beberapa kali. Bisa juga dengan mewarnai gambar bersama. Lalu mintalah anak mengambil krayon dengan warna tertentu. Ulangi beberapa kali. Kalau anak salah terus mengambil aneka bola itu, Anda boleh curiga anak Anda buta warna.
Cara lainnya adalah dengan melakukan perjalanan bersama sambil main tebak-tebakan di sepanjang jalan. Tebak-tebakan ini tentu saja tentang warna. Setiap bertemu benda yang berwarna, kita tanyakan kepada anak kita apakah warna benda itu. Bila anak salah terus menerus menebak warna, mungkin waktunya membawa anak ke dokter untuk melakukan tes buta warna.
Dengan melakukan tes buta warna, orang akan mengetahui apakah ada kelainan buta warna atau tidak. Apakah buta warnanya parsial atau total. Namun apapun yang terjadi, anak tetaplah istimewa dan unik. Terimalah dia apa adanya dan limpahilah dengan cinta karena itu adalah hak mereka.