Tes PCR untuk Pastikan Covid-19, Apa Bedanya dengan Rapid Antigen?

Anda berisiko terpapar virus corona karena pernah melakukan kontak erat dengan pasien covid-19? Atau mungkin mulai merasakan berbagai gejala sakit seperti demam, batuk/pilek, sesak napas, serta indera penciuman terganggu, yang diduga kuat akibat terserang virus tersebut? 

Meskipun telah menjalani rapid test atau swab antigen dan ternyata hasilnya negatif, ada baiknya Anda segera melakukan tes lebih lanjut dengan tes PCR (polymerase chain reaction). Seperti halnya swab antigen, sampel pada tes PCR juga berupa lendir atau cairan dari area antara hidung dan tenggorokan, atau bisa juga antara mulut dan tenggorokan. Pengambilan sampel juga dengan cara swab atau metode usap. 

Lalu apa bedanya antara tes PCR dengan swab antigen? Coba simak yuk! 

  • Cara kerja
    Pendeteksian terhadap virus corona dengan tes PCR dilakukan melalui mekanisme yang lebih lengkap dan panjang, bila dibandingkan dengan rapid antigen. Disarikan dari covid19.go.id, rapid antigen memeriksa materi genetik/protein spesifik dari virus corona. Sedangkan teknologi PCR ini memastikan keberadaan virus corona dengan memeriksa RNA dan DNA virus tersebut dalam tubuh seseorang lewat sampel yang telah diambil. 
  • Lama pengujian
    Karena mekanismenya lebih panjang, tes PCR memakan waktu yang lebih lama bila dibandingkan rapid antigen. Kalau hasil rapid antigen sudah bisa diperoleh dalam hitungan menit, maka hasil dari tes PCR baru bisa keluar setelah beberapa hari. 
  • Tingkat akurasi
    Karena pemeriksaannya lengkap, sudah pasti tingkat akurasi tes PCR ini lebih tinggi daripada rapid antigen, yakni mencapai 90 persen. 

Untuk diketahui, tes PCR inilah yang direkomendasikan WHO untuk memastikan seseorang telah terpapar virus corona atau tidak. Sedangkan rapid antigen digunakan sebagai skrining pendeteksian virus corona. 

Suka artikel ini? Ayo bagikan!