Tingkatkan Critical Thinking Anak dengan Cara Ini

Salah satu modal penting hidup di zaman modern adalah memiliki kemampuan berpikir kritis atau critical thinking. Orang yang memiliki kemampuan berpikir kritis, akan lebih kreatif dalam hidup, berani berpendapat dan tak akan gampang ditipu. Adapun kemampuan berpikir kritis bisa dipupuk sejak masih anak-anak. Berikut ini adalah cara menanamkan critical thinking pada anak-anak:

  • Beri kebebasan berpendapat
    Biasakan iklim demokratis di rumah. Ketika anak bertanya akan sesuatu hal, tunjukkan raut antusias, kemudian jawablah dengan bijak. Beri anak kebebasan menyatakan pendapat. Biarkan dia mengambil keputusan sendiri. Hargai keputusannya selama itu tidak melanggar norma susila yang berlaku. Dengan demikian anak tak akan takut bertanya.
  • Tanamkan bahwa beda pendapat itu biasa
    Tanamkan kepada anak bahwa berbeda pendapat itu biasa dalam kehidupan. Dengan demikian anak akan berani menyatakan pendapatnya. Dia juga akan mampu menghargai pendapat orang lain yanga berbeda.

  • Membiasakan berdiskusi
    Bila menemukan sesuatu masalah atau tema menarik, ajak anak berdiskusi. Beri dia waktu untuk berpikir dan mengemukakan hasil olah pikir dan daya nalarnya. Tanyakan apa dasar pemikiran dan alasan dia berpendapat begitu. Bila pendapatnya bagus, beri dia pujian.

  • Banyak membaca
    Ajak anak sering-sering ke toko buku. Bisa juga ditambah berlangganan beberapa majalah yang sesuai dengan usianya. Sebelum tidur biasakan membacakan cerita. Lama-lama anak akan mencintai dunia membaca. Dari bacaan anak mendapatkan referensi. Dengan banyak referensi, anak akan kaya ilmu pengetahuan. Dia juga jadi banyak pertanyaan. Pada gilirannya dia akan menemukan jawaban dari hal-hal yang dipertanyakannya.

  • Mengajak “berdebat”
    Sesekali ajak anak berdebat tentang suatu masalah. Anda sebagai orangtua bisa berpura-pura atau benar-benar mempunyai pendapat yang berseberangan. Mulailah beradu argumentasi. Dengan demikian anak belajar mempertahankan pendapat. Setelah itu simpulkan hasil “debat” Anda dan anak Anda.

Selamat mencoba!

Suka artikel ini? Ayo bagikan!
Daftarkan email Anda dan dapatkan info terupdate dari kami