Tips Harmonis Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 memaksa semua anggota keluarga untuk menjalani aktivitas di rumah. Para profesional diminta bekerja dari rumah, demikian juga anak-anak yang berstatus pelajar, diminta belajar di rumah. Kecuali para orang dewasa yang pekerjaannya harus turun ke lapangan, work from home menjadi kelaziman selama tiga bulan terakhir ini. Bagi pasangan suami istri (Pasutri), durasi pertemuan yang panjang bisa saja memicu kejenuhan, bosan dan ujung-ujungnya bahkan bisa menyulut konflik. Berikut ini tips yang bisa Anda lakukan agar hubungan Pasutri tetap harmonis selama pandemic:

Komunikasi
Komunikasi jangan macet. Apapun kondisinya, komunikasi antar Pasutri harus selalu dijaga. Untuk Pasutri yang sama-sama bekerja, komunikasikan secara terbuka beban pekerjaan harian masing-masing. Dengan demikian, akan muncul saling pengertian di antara pasangan. Komunikasi terbuka juga penting untuk menjaga kesehatan mental Pasutri. Setiap individu pasti memiliki kecemasan tersendiri terkait pandemi Covid-19. Sampaikan kecemasan masing-masing, lalu bersikaplah terbuka menerima umpan balik dari pasangan tentang hal-hal yang memengaruhi kedua belah pihak.

Beri ruang
Buatlah ruang untuk masing-masing individu. Ruang di sini dalam arti, membiarkan pasangan melakukan kewajibannya tanpa gangguan. Perlu disadari, work from home bagi sebagian orang justru berarti bekerja tanpa batas waktu yang jelas. Untuk itu, dibutuhkan pengertian dari pasangan jika suami atau isteri harus bekerja dalam durasi yang lebih lama ketimbang hari normal.

Kerja sama
Untuk mendukung kerja dari rumah, Pasutri juga harus bekerja sama dalam mengurus rumah tangga, juga anak-anak (jika ada) termasuk dalam mendampingi mereka belajar dari rumah. Anggota keluarga yang banyak menghabiskan waktu di rumah, tentu menambah banyak beban pekerjaan rumah tangga. Lebih sering memasak, mencuci piring, mencuci pakaian, hingga bersih-bersih rumah. Pastikan beban aktivitas rumah tangga ditanggung bersama kedua pasangan, bahkan jika pihak isteri adalah ibu rumah tangga dan bukan ibu bekerja.

Me Time

Tetap sisihkan waktu untuk “me time”. Baik pihak suami maupun istri butuh jeda dari rutinitas harian untuk sekadar rileks dan memanjakan diri. Me time untuk suami bisa berarti melakukan hobinya mengutak atik motor atau mobil kesayangan, bermain game, dan sebagainya. Sementara untuk istri, mungkin bisa berupa luluran, merawat diri atau sekadar bersantai sambil membaca buku dan mendengarkan musik kesayangan.

Berkencan
Jangan lupa berkencan. Mungkin terdengar lucu. Pasutri yang berada satu rumah tanpa jeda, masih butuh berkencan. Perlu disadari, melakukan kegiatan secara terus-menerus di lokasi yang sama dalam durasi waktu yang panjang tentu bisa mendatangkan kebosanan. Dengan berkencan, diharapkan kemesraan Pasutri tetap bisa terjalin. Tak  perlu muluk-muluk, berkencan dengan pasangan bisa sesederhana menonton film favorit berdua, saat anak-anak sudah terlelap, atau makan malam romantis di kamar tidur.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!
Daftarkan email Anda dan dapatkan info terupdate dari kami