Banyak dari para orangtua berpikir, pengetahuan tentang seks akan didapat anak-anak secara alamiah sesuai perkembangan usia. Padahal tidak demikian adanya. Seperti halnya kecakapan yang menyangkut kognitif, pendidikan seks juga harus diberikan sesuai perkembangan. Para ahli sepakat, pendidikan seks terbaik adalah yang bersumber dari rumah, oleh orangtua. Namun ada kalanya sebagian dari orangtua masih bingung bagaimana memulainya. Nah, berikut ini tips menerapkan pendidikan seks untuk anak yang bisa Anda contek.
- Sesuaikan usia
Tips yang utama soal pendidikan seks untuk anak adalah sesuaikan dengan usia. Orangtua boleh mencari rujukan materi pendidikan seks yang sesuai dengan usia anak, baik kepada dokter tumbuh kembang, atau sumber-sumber terpercaya di internet. Jelaskan topik dengan bahasa yang sederhana agar anak Anda paham. Mulailah dengan tema sederhana dalam sekali waktu.
- Terbuka
Jalin komunikasi yang terbuka dengan anak adalah tips berikutnya. Lumrah terjadi di keluarga Indonesia, orangtua akan membuat istilah pengganti untuk organ intim, seperti “burung” atau “titit” untuk kelamin anak laki-laki. Atau “susu” untuk payudara perempuan. Gunakanlah istilah yang benar sejak awal: penis, vagina, puting, payudara dst.
- Bahasa sederhana
Komunikasi terbuka juga harus dilakukan saat anak mulai bertanya hal-hal terkait fungsi organ genital atau reproduksi, misalnya tentang dari mana bayi berasal. Anda bisa menjelaskan dengan bahasa sederhana, bahwa kehamilan terjadi akibat pertemuan sperma dari ayah dan sel telur dari ibu. Calon bayi kemudian tumbuh dalam rahim ibu, dan akan lahir melalui saluran vagina setelah cukup umur. Anda tentu boleh saja memodifikasi penjelasan tentang seks dan kehamilan untuk anak yang lebih besar, misal 10 tahun ke atas.
- Gunakan alat bantu
Menggunakan alat bantu juga bisa menjadi cara memberikan pendidikan seks kepada si kecil. Anda bisa memakai gambar penampang organ reproduksi untuk memberi penjelasan kepada anak. Dengan bantuan gambar, anak akan lebih mengenal organ reproduksi miliknya. Untuk anak yang mendekati remaja, Anda juga bisa menginformasikan tentang proses menstruasi pada anak perempuan, dan mimpi basah pada anak laki-laki. Hal ini penting agar ketika kedua hal tersebut terjadi, anak tidak bingung menghadapinya.
- Selalu update
Selalu update dengan perkembangan anak adalah tips berikutnya. Anak yang mendekati remaja atau masuk masa puber tentu akan mengalami banyak hal dengan teman pergaulannya. Selalu terbukalah dengan anak-anak. Tampunglah semua cerita dan pengalamannya selama berinteraksi dengan lawan jenis. Hal ini akan menguntungkan bagi orangtua karena bisa secara tidak langsung mengawasi cara bergaul anak, agar tidak mudah terjerumus pada perilaku seks yang tidak diinginkan.