Warning untuk Orangtua, Jangan Umbar Data Pribadi Anak di Medsos!

Kasus penipuan via internet menggunakan kloning akun media sosial (medsos) saat ini makin marak dan sudah cukup banyak orang yang menjadi korbannya. Kloning akun berbeda dengan peretasan akun. Caranya bahkan lebih sederhana, tapi cukup mampu membuat banyak orang terkecoh. Yaitu dengan membuat akun salinan menggunakan foto profil pemilik akun asli dan informasi publik lainnya yang tersaji di akun pemilik asli. Biasanya nama yang digunakan juga sengaja dibuat sangat mirip dengan nama pemilik akun asli.

Ini salah satu bukti bahwa membagikan data pribadi seseorang di internet, termasuk foto-foto, juga sangat berisiko terjadinya penyalahgunaan data yang pada akhirnya akan merugikan orang tersebut. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga sangat rentan mengalami tindak kejahatan ini ketika data pribadi mereka tersebar di dunia maya. 

Tak sedikit pengguna medsos, termasuk anak-anak, menyebutkan tanggal lahir, nama sekolah, kota tempat mereka tinggal, hobi dan minat, bahkan mencantumkan nama-nama anggota keluarganya seperti ibu, ayah, kakak atau adik, serta komunitas, dan data lainnya. Mereka juga memasang foto-foto mereka lengkap dengan nama dan keterangan. 

Bahkan ada yang tak segan membagikan data pribadi medsos mereka demi bisa mendapatkan hadiah yang ditawarkan dari sebuah kuis, diskon atau bonus dari penawaran sebuah produk, atau demi mendapatkan fasilitas gratis, dan sebagainya. Padahal dari internet, siapa saja bisa mengakses data pribadi tersebut, termasuk para pelaku kriminalitas. Tanpa anak-anak sadari akan kemungkinan ini, mereka pun bisa menjadi target tindak kejahatan. 

Untuk itu para orangtua harus benar-benar waspada. Alangkah bijaksana jika orangtua selalu memantau dan mendampingi anak-anak ketika mereka menggunakan internet. Jika orang tua memilih untuk membiarkan atau mengizinkan anak-anak punya akun medsos sendiri, jangan asal sebar data pribadi mereka di internet.

Demi keselamatan mereka, cermatlah dalam memilih dan memilah data pribadi mana yang boleh dilihat publik dan mana yang tidak. Batasi juga pemasangan foto-foto anak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Suka artikel ini? Ayo bagikan!