Begini Efek Kemoterapi pada Kesuburan

Kanker merupakan kelainan sel tubuh yang berkembang secara abnormal dan menyerang sel tubuh sehat lainnya. Metode pengobatan kanker yang paling diandalkan adalah kemoterapi, dengan cara kerja obat melumpuhkan atau mematikan sel-sel kanker agar tidak menyebar. Namun tetap ada efek samping dari kemoterapi ini. Pada penderita kanker di usia produktif, kemoterapi dikhawatirkan juga berpengaruh pada kesuburan. Apa saja efek kemoterapi pada kesuburan? 

Obat kemoterapi memang berfungsi untuk mematikan dan mencegah penyebaran sel kanker. Di sisi lain, obat kemo ternyata juga dapat merusak sel tubuh yang sehat. Salah satunya adalah sel tubuh pada sistem reproduksi. Pada perempuan, kemoterapi dapat menyebabkan beberapa gangguan di antaranya, terhentinya produksi hormon yang berhubungan dengan kesuburan, seperti progesteron dan estrogen. Obat kemo juga dapat menghentikan kerja indung telur yang kemudian menyebabkan kejadian menopause dini. 

Kerusakan rahim juga mungkin terjadi pada perempuan penderita kanker yang menjalani kemoterapi. Menurut penelitian, di antara perempuan usia reproduksi yang menjalani terapi kanker, 68% di antaranya mengalami kegagalan ovarium, dan 50%-95% di antaranya mengalami infertilitas. Meski demikian, perempuan yang menjalani pengobatan kanker sebelum mencapai usia 35 tahun, disebut masih memiliki peluang cukup besar untuk hamil setelah selesai pengobatan. 

Sementara pada laki-laki, kemoterapi juga dapat menimbulkan infertilitas, selain gangguan fungsi seksual. Seperti diketahui, seorang laki-laki mulai memproduksi sperma sejak busia remaja (13-14 tahun) hingga sepanjang usianya. Efek kemoterapi pada laki-laki dapat menghentikan produksi sperma, juga memengaruhi produksi hormon testoteron dan hormon lain yang berhubungan dengan fungsi seksual. Gangguan ereksi adalah risiko lain pada laki-laki yang menjalani kemoterapi, yang diakibatkan oleh rusaknya saraf dan pembuluh darah di daeah pelvic. Sementara, ada tidaknya gangguan pada kesuburan amat tergantung pada jenis dan dosis obat kemo yang didapatkan. 

Meski demikian, tidak serta merta dapat disimpulkan bahwa perempuan dan laki-laki yang pernah menjalani kemoterapi akan kehilangan peluang sama sekali untuk memiliki keturunan. Jika itu terjadi pada Anda, selepas kemo sebaiknya segera periksakan diri pada ahli kebidanan dan kesuburan agar memungkinan untuk menjalani program yang memberi peluang untuk berketurunan. 

Suka artikel ini? Ayo bagikan!