Ini Bahan-Bahan yang Tidak Boleh Digunakan untuk Luka Bakar

Tak dipungkiri orangtua mungkin panik bila mendapati anak mengalami luka bakar. Dalam kepanikan biasanya mereka akan melakukan apapun asalkan bisa mengurangi keluhan sakit yang diderita anak. Termasuk menggunakan bahan-bahan rumahan sangat umum dipakai untuk pertolongan pertama terhadap luka bakar. Namun tahukan Ibu dan Ayah, bahwa sejumlah bahan rumahan yang umum oleh para orangtua untuk mengatasi luka bakar itu sebenarnya tak boleh digunakan bahkan berbahaya.
Berikut ini adalah bahan-bahan rumahan yang disebut-sebut dapat meringankan nyeri akibat luka bakar, namun sebenarnya tak boleh digunakan:

• Odol
Odol dipercaya bisa mengurangi rasa sakit. Padahal itu anggapan yang salah. Odol mengandung bahan kimia untuk memutihkan gigi dan pengharum napas yang justru berpotensi membuat kerusakan jaringan di sekitar kulit. Odol juga mengandung kalsium dan peppermint yang dapat meningkatkan risiko infeksi. Meskipun dapat memberikan efek dingin, penggunaan odol untuk luka bakar justru menutup area yang terluka dan memerangkap panas di dalamnya. Akibatnya, luka bakar akan lebih lama sembuhnya.

• Es Batu
Es batu memang dapat mendinginkan kulit. Namun penggunaan es batu tak akan membantu menyembuhkan luka bakar. Alih-alih menyembuhkan malah luka bisa lebih lama sembuhnya.

• Minyak goreng
Penggunaan minyak goreng pada kulit yang terbakar justru dapat memerangkap panas. Sehingga akan menunda penyembuhan luka bakar. Ini berlaku juga untuk minyak kelapa dan juga minyak zaitun.

• Mentega
Seperti halnya minyak goreng, mentega juga akan memerangkap panas di area kulit yang terbakar, sehingga menunda proses pemulihan. Selain itu mentega juga dikhawatirkan tidak steril sehingga meningkatkan risiko infeksi.

• Putih telur mentah
Sebagaimana odol dan es batu, ada mitos bahwa putih telur mentah dapat mendinginkan luka. Faktanya, putih telur justru meningkatkan risiko infeksi. Tak hanya itu. Bahan ini juga dapat memicu reaksi alergi bagi sejumlah orang.

Jadi hati-hati ya Bu, bila anak mengalami luka bakar. Ikuti panduan medis yang benar. Semoga bermanfaat.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!