Kiat Sukses Melepas Anak di Sekolah

Tahun ajaran baru, sekolah baru, tantangan baru untuk orangtua tentu. Anak yang naik ke kelas lebih tinggi, atau si kecil yang baru saja masuk sekolah pasti membuat orangtua harus menyiapkan kesabaran lebih. Si kecil yang harus masuk ke dalam lingkungan baru yang asing buatnya, biasanya menimbulkan kerepotan tersendiri bagi orangtua. Menangis, enggan ditinggal, tidak mau masuk kelas, adalah beberapa hal yang kerap dialami si kecil di hari-hari pertama masuk sekolah. Tak perlu cemas, ada beberapa kiat yang bisa Anda terapkan agar sukses melepas anak di sekolah.

Pada dasarnya, adalah wajar jika anak, terutama anak usia di bawah lima tahun (Balita)  mengalami kecemasan berlebih saat masuk sekolah baru. Menurut ahli kesehatan jiwa, anak usia Balita belum terlalu paham cara kerja benda-benda di sekelilingnya, termasuk lingkungan barunya. Jadi wajar jika memasuki lingkungan baru dapat membuat si kecil cemas. Kecemasan akan perpisahan (separation anxiety) dengan orangtua terutama saat si kecil harus ditinggal di sekolah, adalah sesuatu yang lumrah. Gejala ini hampir pasti dialami oleh semua anak. Tentu ada kiat-kiat yang bisa dilakukan orangtua agar sukses melepas anak di sekolah.

Melibatkan anak dalam persiapan masuk sekolah adalah kiat pertama agar sukses melepas anak di sekolah. Membeli barang keperluan sekolah, menyiapkan seragam dan sepatu di malam hari, bisa dengan mengikutsertakan si kecil. Kalau perlu, ajak anak untuk menentukan bekal makanan apa yang hendak dibawa ke sekolah. Keterlibatan semacam ini akan menimbulkan kesan positif dalam diri anak, sekaligus mengajarkan tanggugjawab kepada anak.

Kecemasan anak meningkat saat ia berada di tempat asing bersama orang asing. Untuk mengantisipasinya, ajak anak untuk berkunjung ke sekolah beberapa hari sebelum hari pertama resmi bersekolah. Ajak anak untuk melihat kelas di mana ia akan belajar, tempat permainan, berkenalan dengan guru, wali kelas, hingga satpam dan staf kebersihan sekolah. Ini penting agar anak tidak merasa terlalu asing saat pertama masuk sekolah. Jika dirasa perlu, bawa serta “teman” untuk si kecil saat hari pertama masuk sekolah. Teman di sini bisa berupa benda kesayangannya, seperti foto keluarga, boneka kesayangan, atau mainan favorit lainnya. Orangtua juga perlu memberi pengertian kepada anak, bahwa “perpisahan” mereka hanya sementara, sesingkat jam perlajaran sekolah saja. Tanamkan pula kepercayaan pada si kecil, bahwa ia pasti sanggup melaluinya.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!