Penyebab Anak Mogok Sekolah dan Cara Tepat Membujuknya

Tahun ajaran baru, sekolah baru. Anak dan orangtua pun sama-sama bersemangat memasuki babak baru dalam kehidupan si kecil, dan orangtua tentu saja. Si kecil mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan barunya. Bangun pagi, bersiap lalu berangkat ke sekolah, pulang sekolah selepas jam makan siang, pun menjadi rutinitas. Namun ada kalanya, antusiasme itu tiba-tiba saja hilang. Si kecil mogok sekolah! Orangtua pening, bingung musti bagaimana. Anda pernah mengalaminya? Tenang, Anda tidak sendiri. Yang perlu Anda lakukan adalah mencari penyebab anak mogok sekolah dan cara tepat membujuknya.

Tidak semua anak mampu dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Entah itu teman, guru, juga pelajaran yang diberikan di sekolah. Karenanya, tak jarang anak jadi mogok sekolah. Untuk mencari solusinya, orangtua tentu harus mencari tahu dulu akar masalahnya. Ajak si kecil berdiskusi, secara santai tentu saja. Hindari pertanyaan-pertanyaan yang justru memojokkan anak. Biarkah dia berkeluh kesah dan mencurahkan semua perasaannya. Selain itu, tentu Anda juga harus berdiskusi dengan guru, staf sekolah dan teman-teman sekelas, juga orang-orang di lingkungan rumah. Karena pemicu mogok sekolah bisa datang dari mana saja.

Bullying, takut dengan teman tertentu, takut kepada guru, merasa dikucilkan di sekolah, tidak mampu mengikuti pelajaran adalah beberapa contoh umum penyebab anak mogok sekolah. Emosi yang belum stabil karena usia terlalu muda pun bisa membuat anak mogok sekolah. Jika Anda sudah mengetahui ujung pangkal kenapa si kecil mogok, barulah diupayakan solusinya. Ini tipsnya:

  • Luangkan waktu dengan Ananda

Anda harus bisa meluangkan lebih banyak waktu dengan anak. Keberadaan orangtua di sisi anak akan menguatkannya. Si kecil akan merasakan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Motiviasi si kecil seperti saat kali pertama ia masuk sekolah. Hal yang wajar bahwa hari-hari pertama sekolah, orangtua begitu semangat dengan rutinitas sekolah si kecil. Namun motivasi itu akan memudar seiring berjalannya rutinitas. Ingatkan si kecil betapa membanggakannya ia sudah sampai pada tahap di mana ia berada.

  • Perkuat mentalnya

Bekali anak dengan pengetahuan tentang berbagai kejadian yang mungkin dialami di sekolah, termasuk bagaimana menyikapinya. Mulai dari kejadian positif juga negatif. Ajari anak bagaimana musti bersikap ketika menjumpai temannya yang usil, atau guru yang mungkin berbicara terlalu keras (menghardik) misalnya. Ajari anak untuk menegur teman yang berperilaku kurang baik padanya, misal teman yang memaksa meminjam alat tulis, dan sebagainya. Soft skill semacam itu penting untuk anak dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

  • Beri hadiah

Boleh juga memberinya iming-iming hadiah, untuk memotivasi agar si kecil mau kembali ke sekolah, dan mencoba menerapkan nasihat-nasihat Anda di sekolah.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!