Tas Sekolah Terlalu Berat, Awas Bahaya untuk Tulang

Penggunaan tas sekolah model tas punggung pada anak sekolah dewasa ini memang jamak dijumpai. Bentuknya yang compact dan mampu memuat banyak benda biasanya menjadi pertimbangan orangtua membelikan si kecil tas punggung. Model, ukuran, hingga warnanya pun terus berkembang mengkuti tren terkini. Meski praktis, orangtua tetap harus mempertimbangkan berat beban yang harus disandang anak saat membawa tas punggung. Pasalnya, tas sekolah yang terlalu berat berbahaya untuk tulang.

Membawa tas sekolah yang terlalu berat ternyata dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Menurut sebuah penelitian yang dirilis Jurnal e-Clinic, penggunaan tas punggung yang desainnya tidak sesuai, berat beban serta cara penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Menyandang tas punggung yang terlalu berat dapat meningkatkan tekanan pada struktur tulang belakang. Nyeri punggung hingga perubahan postur tubuh adalah dua risiko yang mungkin dialami anak-anak yang menyandang tas punggung yang terlalu berat.

Nyeri leher, nyeri bahu disertai kesemutan, mati rasa dan kelemahan tangan adalah risiko lain membawa tas punggung dengan beban yang terlalu berat. Jika hal tersebut terjadi dalam jangka panjang, anak akan mengalami kelainan tulang belakang, contohnya skoliosis. Orangtua perlu mewaspadai kemungkinan tersebut dengan melakukan pemeriksaan rutin pada postur tubuh anak. Perlu diwaspadai, kelainan tulang belakang seperti skoliosis (tulang belakang membengkok ke kiri atau kanan) dan kifosis (punggung yang terlalu bungkuk) tak jarang dijumpai pada anak usia SD dan SMP.

Agar terhindar dari ancaman gangguan kesehatan tulang, orangtua perlu memilih tas punggung yang tepat untuk si kecil. Pilihlah tas yang terbuat dari bahan yang ringan, dengan desain yang mengikuti kontur tulang punggung. Selain itu, tas harus dilengkapi dengan tali strap yang terbuat dari bahan yang lembut dan memiliki penampang yang lebar.

Orangtua juga perlu memeriksa saat anak menyandang tas punggung tersebut. Jika si kecil tampak mencondongkan tubuh ke depan atau membungkuk, ada kemungkinan tas berikut muatannya terlalu berat. Jika memang perlengkapan sekolah yang harus dibawa terlalu banyak, Anda perlu memecah beban. Misalnya, tas punggung hanya diisi alat tulis menulis dan buku pelajaran saja, sementara wadah air minum dan box makan siang bisa dibawa dengan tas jinjing. Perlu diketahui, berat beban tas punggung maksimal yang disarankan adalah 10-15 persen dari berat badan anak. Jika membawa beban lebih dari itu, anak bisa berisiko lebih tinggi mengalami nyeri punggung dan kelainan tulang belakang.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!