Tips Kembali Menata Pola Hidup Selepas Libur Lebaran

Bulan Ramadan memang membuat pola hidup umat Islam berubah. Jam makan berubah, demikian pula dengan jam dan waktu untuk beristirahat. Harus bangun di malam hari untuk sahur, lalu berpuasa sehari penuh, dilanjut ibadah tarawih selepas berbuka, tentu menyedot energi yang lebih dari hari biasa. Saat libur Lebaran tiba, pola hidup kembali berubah. Libur Lebaran kadang seperti menjadi ajang “pembalasan dendam”. Makan banyak (dan enak-enak), tidur lama, bersantai bareng keluarga besar, menjadi ritual umum selama libur Lebaran.

Tapi tunggu dulu, jangan sampai “kemalasan” selama libur Lebaran berlanjut ya. Ada waktunya seluruh anggota keluarga kembali ke rutinitas hidup normal. Ayah dan ibu kembali bekerja, anak-anak kembali beraktivitas seperti biasa. Nah, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar Anda dan keluarga tidak “jet lag” saat liburan Lebaran telah usai:

  • Tidur tepat waktu

Saat mudik, anak-anak pasti akan bertemu dengan saudara-saudaranya dari keluarga besar. Bermain bersama kadang bikin mereka lupa waktu dan melewatkan jam tidur. Segera setelah libur Lebaran usai, Anda sebagai orangtua harus kembali menertibkan pola tidur si kecil. Bukan hanya anak-anak, orangtua pun harus memberi contoh. Segera kembali pada pola tidur biasanya, agar aktivitas rutin pascaliburan tidak terganggu.

  • Mulai lagi bangun pagi

Saat libur Lebaran, orangtua mungkin agak longgar membiarkan anak untuk kembali tidur selepas salat subuh. Atau bagi yang nonmuslim, akan membiarkan anak tidur hingga lebih dari jam 8 pagi. Alasannya, sedang libur ini. Duh, jangan keterusan ya Bu. Anak-anak tetap harus dibimbing untuk segera kembali ke pola normal, apalagi untuk si kecil yang sudah bersekolah. Ajak anak untuk bangun pagi, lalu berolahraga ringan. Itu akan membuat mereka bersemangat.

  • Awali hari dengan sarapan sehat

Sarapan di pagi hari penting untuk bekal energi bagi anak-anak. Jika ingin praktis, bisa dengan memberikan sereal plus susu rendah lemak dan potongan buah segar. Jika ingin makanan lengkap, pastikan jumlah -karbohidrat dibatasi dan perbanyak kandungan serat dan protein.

  • Kembali ke jadwal rutinitas

Nah, untuk yang satu ini, orangtua harus bisa memberi contoh. Misal, Jika sebelum bulan puasa dan Lebaran, Anda sudah rutin olahraga di pagi hari, maka lakukan segera setelah Lebaran usai. Demikian juga  dengan anak-anak, segera ajak untuk kembali melakukan rutinitas harian seperti biasa. Dengan demikian, Anda dan keluarga tidak akan berlama-lama merasa “jet lag” akibat libur Lebaran.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!