Yang Bisa Dilakukan Suami saat Mendampingi Isteri di Kamar Bersalin

Peran suami sangat dibutuhkan dalam proses persalinan, mulai dari persiapan bahkan sampai setelah persalinan selesai. Kehadiran suami di samping istri di kamar bersalin tentu membawa energi positif bagi istri agar proses persalinan lancar. Walaupun tugas suami tak seberat tugas istri saat persalinan, tetapi tugas suami untuk membantu istri secara fisik dan emosi tak kalah pentingnya. Meski demikian, calon ayah baru tak jarang merasa bingung, terkait apa yang mesti dilakukan di saat mendampingi isteri di kamar bersalin. Artikel ini akan memaparkan hal-hal yang bisa dilakukan suami untuk membantu isteri di ruang bersalin.

Menemani isteri di ruang bersalin memang menjadi opsi untuk para suami. Jangan memaksakan diri jika Anda adalah tipe laki-laki yang enggak tegaan, tidak tahan bau rumah sakit, atau tidak tahan melihat darah. Jika Anda adalah tipe lelaki enggak tegaan namun nekat, bisa-bisa malah merepotkan jika tiba-tiba Anda pingsan di ruang bersalin. Jadi yang utama sebelum menemani masuk ke ruang persalinan, kuatkan diri Anda dan bulatkan tekad Anda untuk menyaksikan proses persalinan sampai selesai. 

Menenangkan istri dan memberi dorongan semangat adalah hal yang utama bisa Anda lakukan di ruang bersalin. Saat mengalami kontraksi, istri tentu akan mengalami kesakitan yang sangat. Genggam tangan istri dan bantu ia tetap fokus dan merasa lebih tenang saat melahirkan. Tak jarang, mungkin Anda menjadi pelampiasan rasa sakit istri. Ia mungkin akan mencengkeram lengan Anda, mencakar, atau bahkan mencubit Anda. Yang harus Anda lakukan adalah tetap tenang dan terus memberi semangat kepada istri dengan mengatakan hal-hal positif kepadanya.

Bantu isteri dengan memberi minuman hangat atau makanan jika dibutuhkan. Jika perlu, berikan pijitan lembut di bahu atau kaki. Reaksi menjelang persalinan pada tiap perempuan berbeda-beda. Ada yang menggigil kedinginan, muntah-muntah dan sebagainya. Anda bisa menyelimutinya, memberikannya minuman hangat dengan sedotan, atau menyuapi isteri dengan makanan ringan kesukaannya. 

Setelah bayi lahir, Anda dapat memotong tali pusat bayi jika menginginkannya. Jika Anda merasa tidak tega, Anda bisa menyerahkannya kepada dokter. Jika karena suatu hal, bayi Anda membutuhkan terapi skin to skin segera setelah lahir, Anda bisa melakukannya dengan memeluk bayi tanpa baju. Anda bisa melakukannya sementara dokter menangani isteri Anda pascabersalin. Tugas suami tentu tidak berhenti di ruang bersalin. Setelah bayi lahir, tugas suami adalah memberikan dukungan dan bantuan fisik maupun psikis kepada isteri, agar isteri dapat menjalankan tugasnya merawat si kecil dengan baik. 

Suka artikel ini? Ayo bagikan!