Semasa kecil dulu, mungkin Anda pernah mengalami penyakit scabies atau kudis, atau yang orang Jawa sering sebut dengan istilah gudik. Kalau anak gudikan, dia akan sangat menderita karena gangguan gatal-gatal pada kulit dengan gejala antara lain berupa bintil-bintil merah mirip ruam yang muncul pada permukaan kulit, misalnya di sela-sela jari, sekitar pergelangan tangan, bagian dalam siku, bawah ketiak, area pinggul, telapak kaki, area sekitar kelamin, atau bokong.
Mungkin juga si kecil juga sedang mengalami masalah tersebut? Bila iya, ada baiknya Ayah-Ibu waspada dan segera mengobatinya. Rasa gatal akibat scabies ini bisa jadi tak tertahankan sehingga akan membuat aktivitas si kecil terganggu. Dia merasa tidak nyaman, gelisah, rewel, termasuk saat tidur. Anak juga jadi sering menggaruk hingga bisa mengakibatkan terjadinya iritasi pada kulit. Selain itu, penyakit ini juga bisa menular ke orang lain, lho!
Biang dari penyakit scabies adalah tungau atau sejenis kutu yang bernama Sarcoptes scabiei. Hewan berukuran super kecil ini akan menjadi parasit pada tubuh manusia dengan hidup dan bersembunyi di lapisan luar kulit, membentuk terowongan dan memakan sel hidup serta cairan jaringan kulit. Akibatnya, akan terbentuk krusta atau kerak pada bagian kulit yang terinfeksi. Di tempat itu pula ia berkembang biak.
Faktor lingkungan tempat tinggal dengan tingkat kebersihan yang buruk, serta populasi yang cukup padat bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit scabies. Selain bisa tertular dari orang lain yang terkena scabies, seseorang juga bisa berisiko tertular penyakit kulit ini dari hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing, yang terserang penyakit tersebut.
Untuk itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, seperti rutin mencuci pakaian, sprei, sarung bantal, mainan anak, termasuk sering menjemur kasur dan tempat tidur. Bila Anda punya hewan peliharaan, pastikan juga kebersihannya termasuk kebersihan kandangnya. Ini sebagai salah satu cara mencegah kita terkena penyakit scabies.