Setiap ibu hamil (Bumil) tentu menginginkan bayi yang dikandungnya lahir cukup umur, sehat dan tidak kurang suatu apapun. Namun, tidak semua kehamilan berjalan lancar sampai janin cukup usia. Ada kondisi-kondisi di mana ibu hamil harus menjalani persalinan prematur. Bayi yang lahir prematur, tentu butuh penanganan yang berbeda dengan bayi lahir cukup umur. Namun, para orangtua tidak perlu khawatir. Dengan penanganan yang tepat, bayi prematur juga bisa tetap tumbuh sehat dan mengejar ketertinggalannya dengan bayi lahir normal.
Umumnya bayi prematur akan mendapat perawatan di neo natal intensive care unit (NICU) selama beberapa waktu. Ketika kondisi bayi sudah stabil, dengan organ-organ vital yang berfungsi baik, bayi prematur akan diizinkan pulang. Di rumah orangtua bisa melakukan beberapa langkah, di antaranya: melaksanakan metode kangguru. Metode ini adalah sering-sering memeluk bayi di dada orangtua, dengan kulit yang saling bersentuhan. Metode ini bisa dilakukan baik ayah maupun ibu. Metode ini berfungsi untuk menjaga suhu tubuh bayi, menjaga kesehatannya dan mendorong bayi menyusu lebih baik. Tentu saja metode ini juga dapat meningkatkan ikatan batin antara orangtua dan bayi.
Air susu ibu (ASI) wajib diberikan dan diupayakan untuk bayi prematur. Seperti diketahui, bayi prematur memiliki kerentanan lebih tinggi terserang penyakit ketimbang bayi lahir cukup umur. Dengan ASI, daya imun bayi akan lebih baik, selain tentu saja bayi mendapat asupan nutrisi sempurna yang diperlukan untuk pertumbuhannya.
Menjaga kebersihan bayi dan lingkungan harus dilakukan. Hal ini untuk meminimalisasi potensi bayi terkena infeksi penyakit. Pastikan kebersihan baju bayi, sering mengganti popok juga alas tidur. Selain itu, biasakan sebelum memegang bayi, orangtua atau siapapun harus mencuci tangan dengan sabun. Jika bayi butuh bantuan dot atau sendok untuk minum ASI, pastikan benda-benda itu steril sebelum digunakan.
Ciptakan suasana tenang agar bayi dapat tidur nyenyak. Kebutuhan tidur bayi prematur lebih banyak ketimbang bayi lahir normal. Kamar yang bersih, tenang, dan cahaya redup akan membantu bayi prematur tidur lebih lelap. Pastikan bayi tidur dengan posisi terlentang, bukan miring atau tengkurap. Ini untuk menghindari risiko bayi mati mendadak.
Pemeriksaan berkala kepada dokter anak penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi. Selain itu, orangtua juga bisa berkonsultasi tentang kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi saat merawat bayi. Pastikan pula bayi mendapatkan imunisasi untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya.