Rawat gabung atau yang dalam istilah medis dikenal dengan istilah rooming in, merupakan pola perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan yang sama secara terus-menerus pascapersalinan. Dengan sistem perawatan yang saling berdekatan ini diharapkan ibu dapat memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayinya sewaktu-waktu. Meski sangat dianjurkan oleh para ahli kesehatan, namun sebenarnya tidak semua bayi yang baru dilahirkan boleh atau bisa menjalani rawat gabung dengan ibu. Ada syarat yang harus dipenuhi agar rawat gabung bisa dilaksanakan.
Meski bermanfaat, tidak semua ibu yakin dengan manfaat rawat gabung, karena adanya mitos yang berkembang seputar model perawatan ini. Disebut-sebut anak akan menjadi lebih manja kepada ibu, dan ibu yang mungkin lebih mudah lelah adalah di antaranya. Padahal, menurut penelitian, anak yang dekat sedari dini dengan ibu justru akan tumbuh menjadi anak yang mandiri. Sementara, kondisi ibu malah akan cepat pulih saat bisa sering mencium aroma tubuh bayi. Mencium aroma bayi akan menyulut produksi hormon oksitosin, si hormon bahagia.
Lalu, syarat apa sajakah yang harus dipenuhi agar bayi dan ibu dapat menjalani rawat gabung? Yang utama tentu saja adalah ibu dalam keadaan sehat pascapersalinan dan tidak mengalami komplikasi saat persalinan. Seperti dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang hendak dirawat gabung haruslah dalam kondisi stabil pasca dilahirkan. Bila bayi lahir dengan tindakan, maka rawat gabung dapat dilakukan setelah bayi cukup sehat.
Syarat berikutnya adalah kondisi bayi normal dengan usia kehamilan minimal 37 pekan dan tidak memiliki cacat bawaan yang berat. Tes APGAR yang dilakukan pada menit ke-5 setelah dilahirkan memiliki poin di atas 7, berat bayi ideal antara 2500 hingga 4000 gram dan tidak ada faktor risiko yang diketahui pascapersalinan. Jika ternyata ada satu atau lebih dari kriteria tersebut tidak dapat dipenuhi, maka rawat gabung tidak dapat dilaksanakan.
Perlu juga diketahui, rawat gabung tidak saja hanya bermanfaat untuk ibu dan bayi, namun ayah (suami) juga jadi bisa mendapatkan pengalaman sedini mungkin tentang cara merawat bayi segera sesudah kelahiran.