Ibu-ibu modern rata-rata tidak membedong bayi mereka. Namun ada yang melakukannya karena telah menjadi tradisi secara turun temurun. Untuk menghindari risiko ataupun efek berbahaya dari membedong bayi, teknik membedong bayi yang aman berikut ini bisa diterapkan:
- Kain dibentangkan. Lalu dilipat sedikit pada salah satu sudutnya. Bayi ditidurkan di atas kain dengan posisi kepala di tepi sudut yang dilipat. Ambil salah satu sisi kain ke tubuh bayi, boleh sisi kanan atau kiri terlebih dahulu, lalu balutkan dan selipkan ujungnya di bawah tubuhnya.
- Tutupi kaki bayi dengan melipat sisi bawah kain lampin ke atas. Pastikan ada ruang untuk kakinya.
- Ambil sisi lain kain dan balutkan ke tubuh bayi lalu selipkan hingga menyisakan leher dan kepalanya yang tidak terbungkus kain.
- Saat bayi dibedong, tidurkan bayi dalam posisi telentang. Hindari penggunaan bantal hingga usia bayi mencapai dua tahun.
- Sebagian bayi ada yang lebih menyukai lengannya terbebas dari bedong. Untuk mereka ikuti petunjuk membedong seperti di atas, tapi kain dibalutkan di bawah ketiaknya.
Ingat, tidak semua bayi menyukai tubuhnya terbungkus. Ketika bayi menunjukkan tanda-tanda kepanasan atau tidak nyaman dibedong, bukalah bedongnya. Kebiasaan membedong sebaiknya dihentikan saat bayi berusia dua bulan. Dan saat menyusui, lepas bedong bayi sehingga tangannya bisa bebas untuk menyentuh kulit ibu agar tercipta bonding.