Botol susu atau dot banyak dipilih untuk memberikan susu kepada si kecil ketika ibu tidak bisa menyusuinya secara langsung. Namun ketika usianya semakin bertambah, kebiasaan si kecil yang telanjur senang menggunakan dot seringkali sulit untuk dihentikan. Tak sedikit anak yang sudah memasuki usia prasekolah atau bahkan usia sekolah, masih asyik dengan kebiasaannya nge-dot.
Sebaiknya Ayah-Ibu waspada terhadap dampak penggunaan dot yang terlalu lama ini. Sebab sejumlah studi menyebutkan, penggunaan dot sebenarnya bisa berdampak buruk terhadap perkembangan si kecil, terutama untuk pertumbuhan gigi dan kesehatan mulutnya.
Jadi, ada baiknya jika Anda segera mulai bersiap-siap untuk menyapih si kecil dari dotnya, bahkan ketika usianya belum 12 bulan. Bagaimana caranya? Ayah-Ibu bisa coba beberapa tips berikut ini:
- Kenalkan gelas
Mulailah mengenalkan penggunaan gelas kepada si kecil. Latihlah ia menggunakan gelas secara bertahap. Ayah-Ibu bisa memulainya dengan menggunakan gelas sippy, yakni gelas yang biasanya berbahan plastik, dilengkapi dengan tutup yang rapat, moncong kecil dengan beberapa lubang kecil, dan dua gagang pada sisi kanan dan kiri.
Alternatif lainnya, Anda juga bisa menggunakan training cup atau training bottle. Gelas atau botol tersebut serupa dengan gelas sippy, namun pada tutupnya bukan berupa moncong kecil melainkan berupa sedotan.
Anda bisa mulai melatih si kecil menggunakan gelas sippy maupun training cup ini sejak usianya 6-8 bulan. Latihan ini juga bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan oramotornya, yaitu dasar keterampilan makan dan minum yang mencakup semua aktivitas dan koordinasi gerak yang menggunakan sistem gerak otot, dari rongga mulut seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit mulut, bibir, dan pipi. Saat si kecil sudah mampu mengendalikan aliran air dari dalam gelas dan menelannya dengan baik, Ayah-Ibu bisa mulai menggantinya dengan gelas biasa.
- Ganti dengan makanan
Tingkatkan pola makan dan kurangi jam minum susu si kecil yang menggunakan botol. Beri ia lebih banyak makanan atau cemilan untuk mengurangi frekuensi ia nge-dot. Tapi ingat, jangan asal. Pilihlah jenis atau menu makanan dan cemilan yang sehat dan bergizi ya, Bu.
- Ciptakan aktivitas
Si kecil yang terbiasa menggunakan dot, biasanya mendapatkan kenyamanan dari kebiasaannya tersebut. Sehingga ketika harus berhenti nge-dot, sebaiknya ganti dengan aktivitas lain yang bisa membuatnya tetap nyaman, misalnya dengan memeluk ibu, atau bermain dengan mainan kesayangan.
- Beri penjelasan
Untuk anak yang sudah lebih besar usianya, Ayah-Ibu bisa memberi penjelasan agar ia mulai menghentikan kebiasaannya nge-dot karena ia kini sudah besar. Gunakanlah kata-kata yang baik dan lembut, dengan bahasa yang mudah ia pahami.
- Selalu konsisten
Untuk beberapa anak, mungkin akan sulit ketika harus diminta berhenti nge-dot. Namun Ayah-Ibu harus selalu konsisten dalam melakukan upaya menyapihnya dari dot tersebut. Berikan si kecil motivasi, pujian, atau bisa juga dengan hadiah jika ia sudah bisa lepas dari dotnya. Tetap lakukan cara-caranya, terus, dan sabar, sampai si kecil bisa benar-benar terlepas dari dotnya.