Kehadiran buah hati, bisa jadi adalah keinginan sebagian besar pasangan yang menikah. Meraka ingin segera punya momongan sebagai buah cinta kasih dan untuk melanjutkan keturunan. Sejumlah pasangan pun banyak mencari informasi bagaimana caranya agar cepat dikaruniai anak.
Setiap pasangan harus tahu, kehamilan membutuhkan sejumlah proses. Dimulai dari pembuahan yakni pertemuan sel telur dan sperma. Pembuahan hanya bisa terjadi bila tubuh perempuan sedang dalam masa subur. Oleh karena itu pasangan yang ingin segera punya anak harus mengetahui siklus haid. Siklus haid adalah rentang jumlah hari dari hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya. Dengan menghitung siklus tersebut, dapat diketahui masa subur, yaitu saat wanita mengalami ovulasi atau keluarnya sel telur dari ovarium.
Masa subur tepat berasa di tengah-tengah antara selesainya haid dan haid berikutnya. Wanita dengan siklus haid 28 hari akan memiliki 6 hari masa subur, yaitu 5 hari sebelum ovulasi dan 1 hari saat ovulasi. Pada masa itu kemungkinan untuk hamil menjadi lebih tinggi. Siklus haid dapat berubah. Oleh karena itu perempuan hendaknya mencatat siklus haid selama beberapa bulan. Tandai hari pertama haid pada kalender sebagai hari ke-1. Dengan mengetahui siklus haid,masa subur pun bisa diperkirakan.
Sebuah rumus sederhana untuk mencari tahu cara menghitung masa subur juga bisa digunakan. Siklus paling pendek dikurangi 18 hari. Hasilnya adalah hari pertama masa subur Anda. Misalnya siklus paling pendek adalah 26 hari. Maka hari pertama masa subur adalah hari ke-8. Sedangkan siklus paling panjang dikurangi 11, hasilnya adalah hari terakhir masa subur Anda. Misalnya siklus paling panjang adalah 31 hari. Maka hari terakhir masa subur adalah hari ke-20. Hari-hari di antara dua tanggal tersebut merupakan masa subur yang memiliki kemungkinan hamil lebih tinggi.
Cairan kental yang keluar dari vagina atau lendir serviks juga dapat menjadi penanda masa subur. Lendir serviks akan mengalami perubahan tekstur dan warna. Kuantitas cairan yang muncul juga tergantung kepada tingkat hormon. Setelah haid, kemungkinan lendir serviks sangat sedikit atau tampak keruh dan lengket. Pada masa ini bukan waktu yang tepat untuk mencapai kehamilan. Kemudian, lendir serviks akan berubah menjadi lebih jernih dan licin, hampir menyerupai putih telur. Saat lendir ini makin banyak, inilah masa subur. Saat yang tepat melakukan pembuahan.