Kehamilan memang merupakan proses yang membawa begitu banyak perubahan dalam diri seorang perempuan, baik secara psikis maupun fisik. Salah satu perubahan fisik yang dialami tentu saja perubahan bentuk tubuh. Beberapa gangguan pun kerap dialami ibu hamil (Bumil), yang menyebabkan ketidaknyaman dalam beraktivitas. Salah satu ketidaknyaman yang dirasakan seorang Bumil adalah sering berkemih.
Aktivitas buang air kecil atau berkemih memang mengalami peningkatan frekuensi saat hamil. Bahkan saat sedang tertawa, bersin atau sedang berolahraga, air seni bisa keluar dengan sendirinya. Umumnya, hal itu terjadi pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Jadi, tak perlu panik jika Anda mengalami hal tersebut, karena peningkatan frekuensi berkemih ini normal terjadi pada Bumil, yang disebabkan oleh adanya perubahan fisik dan hormon.
Perubahan hormonal membuat aliran darah ke ginjal menjadi lebih cepat. Alhasil, kandung kemih pun jadi lebih sering penuh. Selain itu, hormon juga merangsang ginjal untuk bekerja lebih dan menghasilkan lebih banyak urine guna membantu tubuh membuang kelebihan limbah lebih cepat. Pada ibu hamil, volume darah mengalami peningkatan hingga hampir 50 persen dari sebelum mengandung. Ini berarti banyak cairan ekstra yang harus diproses di ginjal dan berakhir di kandung kemih.
Normalnya, frekuensi berkemih meningkat pada trimester pertama kehamilan, menurun pada trimester kedua dan kembali meningkat pada kehamilan timester ketiga. Pada trimester ketiga kehamilan, keinginan untuk sering berkemih akan kembali muncul, karena posisi janin sudah berada di bawah panggul dan memberi tekanan pada kandung kemih. Bumil akan jadi sering berkemih, meskipun kandung kemihnya kosong. Sering berkemih pada Bumil juga bisa dipicu oleh diabetes gestasional, yaitu diabetes yang terjadi akibat kehamilan.
Meski menganggu kenyamanan, namun tidak lantas Bumil boleh menahan kemih, atau mengurangi asupan cairan karena justru berbahaya. Bumil hanya perlu menyiasatinya membatasi asupan minuman yang merangsang produksi urine, yaitu segala minuman yang mengandung kafein (teh, kopi) dan minuman bersoda. Bumil tetap diharuskan untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuhnya dengan asupan minimal 8 gelas air putih setiap hari, agar tidak dehidrasi.
Meski normal, sering berkemih juga perlu diperhatikan jika: timbul rasa panas ketika berkemih, urine berwarna keruh dan beraroma tidak sedap, atau Bumil ingin berkemih lagi padahal baru saja selesai menggunakan toilet. Segera konsultasikan ke dokter karena mungkin saja Bumil mengalami infeksi saluran kemih.