Sejumlah orangtua yang tidak begitu antusias ketika menerima undangan rapat sekolah dari wali kelas atau guru sekolah anak. Undangan biasanya disampaikan untuk berbagai keperluan, misalnya pengambilan rapot anak, kegiatan seminar seputar parenting, atau kegiatan lain yang berkaitan dengan program sekolah untuk mendukung pembelajaran anak-anak di sekolah.
Bahkan ada lho, orangtua yang setiap mendapat undangan rapat sekolah malah berpikiran negatif. Mereka berpikiran, “Ah, paling-paling sekolah cuma mau narik sumbangan.” Mereka yang menganggap acara sekolah tersebut tidak penting, akhirnya memilih tidak hadir karena alasan harus bekerja, sibuk, atau ada keperluan lain yang tidak bisa ditinggalkan.
Ayah-Ibu, perlu Anda sadari bahwa sebenarnya kehadiran orangtua dalam pertemuan dengan pihak sekolah atau berbagai kegiatan sekolah anak sangatlah penting karena itu akan memberikan manfaat, tidak hanya untuk pihak sekolah melainkan untuk orangtua maupun anak. Kok bisa? Coba Ayah-Ibu simak yuk!
- Bisa saling mengenal
Dengan kehadiran Ayah-Ibu dalam pertemuan sekolah, terutama pada awal tahun pelajaran, antara Ayah-Ibu, wali kelas, guru-guru pengajar mata pelajaran, bahkan sampai kepala sekolah, bisa saling bertatap muka dan mengenal satu sama lain. Perlunya orang tua mengenali profil para guru, karena itu akan menjadi tonggak dimulainya komunikasi kekeluargaan untuk menciptakan sinergi antara orangtua dan guru dalam mendidik anak.
- Pertukaran informasi
Melalui pertemuan sekolah, ada pertukaran informasi dan komunikasi dua arah antara pihak sekolah dan orangtua. Pihak sekolah bisa menyosialisasikan program-program dan agenda sekolah, termasuk jika ada rencana pengembangan sekolah. Orang tua dapat menyampaikan pendapat, saran, hingga kritik membangun kepada pihak sekolah yang akan mendukung kegiatan belajar-mengajar.
- Bertukar Informasi tentang anak
Antara orangtua dan wali kelas atau guru pengajar bisa menjalin komunikasi secara lebih intens untuk berbagi informasi seputar perkembangan belajar dan kondisi anak/siswa baik saat di sekolah maupun di rumah. Tidak hanya saat pengambilan rapot anak, komunikasi juga bisa dilakukan dengan orangtua berkunjung ke sekolah, sekadar berkomunikasi lewat telepon, atau berkirim pesan dengan guru. Misalnya pemberitahuan kepada wali kelas ketika anak tidak masuk sekolah, guru memberikan informasi seputar tugas atau pekerjaan rumah anak yang mungkin perlu pendampingan orangtua, atau guru mengundang orang tua saat terlihat ada perubahan perilaku anak, atau ketika anak terlibat masalah di sekolah, dan sebagainya.
- Pendidikan karakter
Pendidikan anak tidak hanya sebatas pada kegiatan belajar mengajar secara akademis tapi juga termasuk pembentukan karakter anak. Untuk mencapai tujuan dari pendidikan karakter tersebut, peran orangtua menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Terjalinnya kedekatan dan keterbukaan antara pihak sekolah dengan orangtua akan menciptakan keselarasan antara pendidikan siswa di sekolah dengan pendidikan anak di rumah.
- Memotivasi anak
Perlu Ayah-Ibu ketahui, kehadiran orangtua di sekolah anak akan memberi kesan tersendiri di hati anak lho! Anak-anak tentu akan merasa senang dan bangga ketika di sela-sela kesibukannya, orangtua bersedia meluangkan waktu untuk hadir memenuhi undangan pihak sekolah. Hal itu berarti orangtua juga memperhatian dan mendukung pendidikan buah hati tercinta.